MORAL-POLITIK.COM : Bantuan benih Jagung Hibrida oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka melalui Dinas Pertanian kepada petani Desa Habi dan Langir, Kecamatan Kangae dinilai tidak bermutu.

Anggota DPRD Kabupaten Sikka Faustinus Vasco meminta kepada Pemkab Sikka agar segera melakukan monitoring terkait penemuan benih jagung yang rusak, yang disalurkan terhadap dua desa tersebut.

Menurut Vasco, saat di temui media ini di kediamannya, Jumad (20/1/2017) mengatakan, penemuan benih jagung yang rusak perlu menjadi catatan Dinas Pertanian terhadap dua desa tersebut, sehingga perlu dilakukan konsolidasi penanaman kembali dengan melihat tingkatan kerusakan benih yang ada. Di samping itu, sudah mulai menganalisis kelompok tani yang menanam benih jagung yang tidak bermutu itu.

“Bantuan benih itu, tentu mereka yang menanam pasti tidak akan berhasil, sehingga akan terjadi gagal panen. Dengan gagal panen itu, Dinas Pertanian sudah mulai mengantisipasi soal bantuan beras rawan pangan, terlebih terhadap kelompok-kelompok yang mengadopsi benih tadi di tahun 2017,” tandas politisi PKPI ini.

Mantan politisi PDI-P ini meminta agar para penyuluh dampingan Dinas Pertanian agar terus melakukan pedampingan terhadap kelompok petani lainnya yang tidak mengalami masalah, karena pedampingan penyuluh untuk kelompok tani dari dinas itu sangat penting.

Anggota DPRD Sikka dari dapil satu itu menuturkan, benih yang rusak akibat pengakutan sehingga membuat benih pecah-pecah sangat diragukan sekali. Dengan benih yang rusak ini seharusnya panitia pho harus klaim kepada distributor yang melakukan pengadaan benih tersebut.

“Uang jaminan masih ada, kalau model begini sita uang jaminan mereka, dengan melihat kontrak yang ada, karena ini menunjukkan tidak dilakukan verifikasi yang baik terhadap benih jagung itu,”tegas Vasco penuh amarah.

Baca Juga :  Gubernur Frans: Jangan jual negara hanya karena kebutuhan perut

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here