Home / News NTT / 8 Fraksi DPRD Kota Kupang berebut AKD

8 Fraksi DPRD Kota Kupang berebut AKD

ilustrasi. (merdeka.com/moral-politik.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: DPRD Kota Kupang kembali berdinamika, begitu dibukanya babak pengisian kembali Alat Kelengkapan dewan (AKD), usai masa jabatan dua setengah tahun.

Pantauan langsung moral-politik.com di gedung DPRD Kota Kupang, Senin (28/2/2017), berbagai spekulasi bermunculan terkait pimpinan empat komisi di DPRD Kota Kupang.

Dari delapan fraksi di DPRD Kota Kupang, sesuai kesepakatan lewat musyawarah delapan Fraksi, empat Fraksi sudah mendapat jatah memimpin empat Komisi sejak tahun 2014 lalu. Empat Fraksi tersebut adalah Fraksi Golkar untuk Komisi I, PDIP untuk Komisi III, Hanura untuk Komisi II, dan PAN untuk Komisi 4.

Sedangkan empat Fraksi lainnya seperti Nasdem, Demokrat, Gerindra, dan Fraksi Kebangkitan Indonesia (PKB, PKPI) juga mempunyai ambisi untuk memimpin AKD DPRD Kota Kupang.

Berbagai desas desus beredar bahwa empat Fraksi yang belum mendapat jatah pimpinan Komisi telah menyodorkan nama-nama untuk pimpinan Komisi. Fraksi Nasdem menyodorkan nama Padron Paulus untuk Komisi I, Herry Dahi Kadja dari Fraksi Demokrat untuk Komisi II. Untuk Komisi II Fraksi Gerindra menyodorkan Merry Salow, dan Fraksi Kebangkitan Indonesia.

Namun sepertinya Fraksi-fraksi besar yakni PDIP, yang menempatkan Kamilus G. Tokan sebagai pimpinan Komisi III, Hanura menempatkan Melkianus Bale, Komisi II Golkar yaitu Zeyto Ratuarat, Komisi I dan Fraksi PAN yang bergabung dengan PPP menempatkan Livingstone Ratukadja sebagai pimpinan Komisi IV, enggan melepas jabatan pimpinan Komisi kepada empat fraksi tersisa.

Keempat Fraksi itu mau agar semua Fraksi kembali berembuk dan bermusyawarah untuk kembali menentukan pimpinan Komisi, dan mereka tidak mau adanya sistem rotasi kepada empat Fraksi yang belum mendapat jatah pimpinan Komisi.

Baca Juga :  Jembatan Gantung di Kali Kota Nyonya disurvei...

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button