Home / Sastra / Cerpen : Menjajah Negeri Sendiri

Cerpen : Menjajah Negeri Sendiri

foto: detik.com

Bagikan Halaman ini

Share Button
Cerpenis : Maschun Sofwan 

 

 

 

MORAL-POLITIK.COM : Dianggap musuh tapi kau saudara, dianggap kawan tapi kau lawan, dianggap benar tapi kau salah, dianggap tuli tapi kau mendengar, dianggap kau bodoh tapi kau mampu membuat keadaan negeri ini semakin kacau balau hingga galau.

Kita ini sudah merdeka katanya, namun kenapa masih saja ada penjajah berkeliaran diluar sana yang selalu mengancam hak-hak kaum lemah yang tak berdosa hingga mereka mulai berteriak gaduh akan nasib yang telah menimpa mereka.

Katanya negeri kita sudah merdeka, namun kenapa penindasan-penindasan masih saja bertaburan diluar sana, masih saja berdiri bagaikan pahlawan yang selalu mewaspadai gerakan para musuhnya.

Lihatlah bendera yang selalu berkibar lantang dimana ia tak peduli diterpa panas dan hujan ia mengibari rasa satu kesatuan kepada negeri ini, namun kenapa kau tak peduli dengan arti kibaran itu, apakah kita sudah menjadi orang yang tak mengenal apa itu arti merdeka?.

Katanya kita ini sudah merdeka, namun entah kenapa kita saling berlomba untuk menjadikan suasana negeri kembali seperti sediakala dimana kau acuhkan kebenaran, kau tinggikan kesalahan lalu berteriak jika kaulah yang paling benar bahkan tuhan yang kau anggap paling berkuasa atas semua seisi dunia ini seakan tak pernah berarti apa-apa dalam hidupmu.

Lihat saja tingkah lakumu, begitu pandai bersandiwara dalam kepura-puraan seakan kaulah pemeran utama yang mampu menutupi kekurangan atas peran yang lain.

Tapi peranmu bukan untuk menghibur memberi namun dibalik hibur dan berimu tertanam niat jahat yang ingin memilliki kuasa atas peran yang kau jalani.

Berkuasa hingga tak kuasa menahan emosi dan gejolak jiwa hingga melampuai batas kemanusian adil yang beradab yang tertampang didada garuda itu.

Baca Juga :  Puisi: Dualisme lahirkan cinta sempurna

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button