Home / News NTT / Gubernur Frans sepakat soal “Taman Budaya Gerson Poyk”

Gubernur Frans sepakat soal “Taman Budaya Gerson Poyk”

Kompas/Mathias Hariyadi - Gerson Poyk, sastrawan dan cerpenis.

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Jenazah sastrawan legendaris asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Gerson Poyk (85), yang wafat di Rumah Sakit Hermina, Depok, Jawa Barat, Jumat (24/2/2017), akhirnya dibawa ke Kota Kupang, NTT.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya usai melayat jenazah mantan wartawan Sinar Harapan itu, sepakat untuk mengubah nama Taman Budaya NTT menjadi Taman Budaya Gerson Poyk.

Kepala Biro Humas Sekretariat Daerah NTT Semuel Pakereng mengatakan, pemberian nama itu sebagai bentuk penghargaan kepada sang sastrawan.

“Sebagai wujud penghargaan Pemerintah Provinsi NTT terhadap jasa almarhum Gerson Poyk, namanya diabadikan pada Taman Budaya NTT dengan nama Taman Budaya Gerson Poyk,” ucapnya.

Pakereng menyebut, pergantian nama taman budaya mulai berlaku 25 Februari 2017. Untuk diketahui, Gerson wafat setelah menjalani perawatan selama dua pekan di rumah sakit Hermina Depok.

Ia dirawat karena jatuh di kediamannya akibat serangan stroke. Pemeriksaan dokter menyebutkan Gerson mengalami pembengkakan jantung dan pneumonia.

Dari laman Wikipedia, disebutkan Gerson lahir di Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur pada 16 Juni 1931. Selama hidupnya, Gerson dikenal lewat lewat karya-karyanya yang dimuat di media massa dan dijadikan rujukan dalam pelajaran bahasa dan sastra Indonesia.

Baca Juga :  Polisi Sikka tangkap guru selingkuh dengan murid...

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button