Home / Sastra / Guru Honorer dan puisi “Penantian yang Terbawa Mati”

Guru Honorer dan puisi “Penantian yang Terbawa Mati”

Ilustrasi Pak Maman Guru Honorer hingga umur 75 tahun

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM : Guru honorer riwayatmu dulu hingga kini, tak berubah-ubah. Harapan semuanya ada di tangan  pemerintah.

Sedangkan pemerintah hingga saat ini belum dapat memberikan hak yang layak buat mereka. Sedangkan mereka sendiri telah terasa hilang harapan untuk memperoleh kesejahteraaan lahir, apalagi bathin.

Berikut puisi sang guru:

Penantian Yang Terbawa M4ti

“Lelah sudah aku menunggumu
Kau tak datang datang
Jangankan menghampiri ku

Kabarpun tak ada
Kau diam kau bisu itukah sikapmu
Kau biarkan kami mati seiring waktu
Krn usia kami tak muda lagi

Banyak pula d antara kami sdh tumbang
Apakah kau sengaja biarkan kami hilang dgn sendirinua ( m4ti )

Jgnkan kau kau angkat kami
Kau lihat pun
tidak
Kau katanya bela rakyat
Apakah kami bukan rakyatmu…
Mungkin kau anggap kami beban
Mungkin kau anggap kami sampah yg sdh tak layak
Lihat bp apakah bp melihat kehidupan kami , kami jga manusia
Kami jga warga negri ini
Kami rakyatmu
Kami jga layak kau perhatikan
Di mana hatimu

Baca Juga :  Asiknya Makan Jagung Bakar pada Sabtu Aleluia

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button