Home / Sains / Kegelisahan kader yang ber-Islam

Kegelisahan kader yang ber-Islam

foto: jurnalis warga indonesia/moral-politik.com

Bagikan Halaman ini

Share Button
Penulis: Adi Putra/Adhyp Glank )*

 

“Kader umat dan kader bangsa” adalah kalimat yang menggugah sanubari dan menjadi idea untuk selalu “mengedepankan kepentingan umat dan bangsa itu sendiri.”

Landasar pemikiran tersebut diyakini akan melahirkan komitmen sebagai kader umat dan kader bangsa, yang akan membentuk perikatan yang tersistem terhadap para kader yang mengikat diri dalam organisasi perkaderan bagi umat dan bangsa.

Sikap bertanggung jawab atas komitmen yang telah terbangun terhadap umat dan bangsa, dalam situasi dan kondisi apapun tidak akan pernah melepaskan komitmen kepada perikatan yang telah terbangun kepada umat dan bangsa.

Sebagai kader umat dan kader bangsa yang bertanggung jawab, tentunya tidak akan dan tidak pernah mengabaikan kepentingan umat dan tidak mengabaikan kepentingan bangsa.

“Kader Umat dan Kader Bangsa adalah Kader Umat Islam,” kalimat ini menjadikan penambahan porsi atas perikatan berikutnya dengan “Islam”

Butuh kesadaran mengenali perilaku komitmen, butuh kecerdasan untuk mengenali perilaku keumatan dan kebangsaan dan butuh kekhususan kesadaran dan kecerdasan untuk mengenal perilaku Islam.

Kenal mengenali untuk menempatkan setiap kebutuhan sesuai dengan porsi kebutuhan umat, bangsa dan islam, bagi kader sebagai pribadi ataupun sebagai bagian dari perikatan khusus yang berkomitmen lintas pribadi kepada umat, bangsa dan Islam, makadari itu kesadaran dan kecerdasan dibutuhkan untuk proses kenal mengenali.

Baca Juga :  Indonesia dalam penanganan dan penyelesaian konflik dunia

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button