Home / Populer / Kekerasan terhadap Wartawan, ini sikap AJI Jakarta

Kekerasan terhadap Wartawan, ini sikap AJI Jakarta

Ilustrasi Kekerasan pada Wartawan. ©2015 Merdeka.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM : Kekerasan terhawap wartawan semakin marak. Wartawan terancam kebebasan mewartakan peristiwa-peristiwa penting kepada khalayak dunia.

Kekerasan terhadap wartawan disikapi oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta. AJI mengecam keras intimidasi dan kekerasan yang diduga dilakukan oleh peserta aksi 112 terhadap dua jurnalis Metro TV dan seorang jurnalis Global TV di lingkungan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu, 11 Februari 2017.

AJI Jakarta mendorong jurnalis yang menjadi korban dan perusahaan persnya untuk melaporkan kasus kekerasan ke kepolisian agar kasus ini diusut hingga tuntas agar kekerasan tidak berulang. AJI juga mengimbau para jurnalis untuk mengutamakan keselamatan saat meliput aksi massa yang berpotensi konflik dan tidak menghargai para jurnalis.

Tindakan intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis yang sedang melakukan kegiatan jurnalistik bertentangan dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 tahun 1999.

“Tindakan kekerasan terhadap jurnalis jelas melawan hukum dan mengancam kebebasan pers,” kata Ketua AJI Jakarta Ahmad Nurhasim dalam rilis yang disiarkan di Jakarta, Sabtu 11 Februari 2017.

Tindakan kekerasan ini mencerminkan pelaku tidak menghargai dan menghormati profesi jurnalis. Padahal jurnalis dilindungi oleh Undang-Undang Pers dalam melaksanakan kegiatan jurnalistik yang meliputi mencari bahan berita, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, hingga menyampaikan informasi yang didapat kepada publik.

Pasal 8 UU Pers dengan jelas menyatakan dalam melaksanakan profesinya jurnalis mendapat perlindungan hukum. Pers mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, dan kontrol sosial, seperti diatur Pasal 3.

Baca Juga :  Mantan Kepsek Lafaikvera divonis 1 tahun penjara

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button