Home / Sains / Ketika MUI bicara merawat kemajemukan, fatwanya perpecahan

Ketika MUI bicara merawat kemajemukan, fatwanya perpecahan

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM : Majelis Ulama Indonesia (MUI), kembali menyuarakan wacana dialog nasional atau rujuk nasional.

Entah kebetulan atau tidak, pernyataan ini sama dengan yang disuarakan oleh Rizieq Shihab yang juga minta dialog dan mediasi karena terdesak oleh banyaknya kasus yang menjeratnya. Hal ini disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin.

“Tujuannya adalah meluruskan kesalahpahaman itu,” tutur Ma’ruf, yang juga Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

MUI berniat akan memprakarsai dialog dan rujuk nasional karena tidak direspon dengan baik oleh pemerintah. MUI sepertinya ingin agar semua kembali kepada pemahaman yang utuh dan tidak ada lagi salah paham.

Melalui rujuk nasional ini MUI juga akan berharap kemajemukan bisa terus dirawat.

“Kita sama-sama merawat kemajemukan,” katanya.

Benarkan rujuk nasional adalah solusi untuk memperbaiki kondisi yang sudah terjadi saat ini?? Bukankah hukum adalah panglima dan solusi yang tepat agar tidak ada lagi ormas atau sekelompok orang yang semena-mena dan menginjak-injak kemajemukan. Jangan terlalu banyak dialog kalau hukum tidak ditegakkan.

Baca Juga :  Ilmuwan ungkap alasan ajing memahami manusia

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button