Home / Populer / Menkominfo menanggapi pernyataan SBY yang merasa disadap

Menkominfo menanggapi pernyataan SBY yang merasa disadap

KOMPAS.com/Nabilla Tashandra -- Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/2/2017).

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM : Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bicara soal teknis penyadapan telepon oleh penegak hukum.

Ia menegaskan bahwa penyadapan yang dilakukan penegak hukum terhadap seseorang hanya bisa dilakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Jika sudah sesuai aturan yang berlaku, maka penegak hukum bisa bekerja sama dengan operator telekomunikasi untuk menyadap jaringan telepon seseorang.

“Memang UU-nya jelas dituliskan, seperti KPK, itu otomatis kerja sama dengan operator. Akan tetapi kalau ada OTT itu baru dilakukan pemantauan (penyadapan),” kata Rudiantara di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (1/2/2017).

Hal tersebut disampaikan Rudiantara menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, yang merasa percakapannya dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia disadap.

Rudiantara meyakini tidak ada penyadapan sewenang-wenang yang dilakukan oleh institusi negara. Namun, ia mengaku akan mengecek pengakuan SBY itu.

“Tabayun (klarifikasi) itu penting, jangan malah nanti jadi hoax. Tabayyun itu klarifikasi, cek dulu seperti apa,” kata dia.

Apabila memang penyadapan dilakukan tanpa mengikuti aturan perundang-perundangan yang berlaku, lanjut Rudiantara, maka itu adalah perbuatan ilegal.

Baca Juga :  Lagi, Istana Tekan Budi Gunawan untuk Mundur!

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button