Home / Sains / Opini: Netralitas Media dan Keselamatan Fakta

Opini: Netralitas Media dan Keselamatan Fakta

Everd Scor Rider Daniel.

Bagikan Halaman ini

Share Button
Oleh: Everd Scor Rider Daniel*)

MORAL-POLITIK.COM : Hari Pers Nasional menjadi momen yang selalu dinanti-nanti khalayak media dan masyarakat.

Hari Pers Nasional yang dirayakan setiap tanggal 9 Februari merupakan seremonial event dalam rangka merayakan kemerdekaan media massa di tanah air. Sejarah penetapan Hari Pers Nasional pada tanggal 9 Februari bertepatan dengan lahirnya organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Agenda besar dari keberadaan Pers bertujuan untuk merawat kebebasan bangsa. Kebebasan dimaksud searah dengan tujuan demokrasi yaitu hak berbicara, beraspirasi. Lewat upaya itu, pers atau yang diperankan dalam bentuk media (cetak, elektronik) memiliki sentralitas merawat peradaban sosial, ekonomi, dan politik.

Kebutuhan akan informasi yang terus meningkat, di satu sisi menimbulkan desakan untuk meningkatkan profesionalisme media. Media dituntut lebih profesional menjaga keutuhan informasi. Lebih daripada itu, peran media paling utama dan esensial adalah menyelamatkan fakta. Kebenaran atau fakta adalah yang paling tinggi. Produksi berita dengan beragam cara apapun yang terpenting adalah melekat dengan kenyataan.

Media masih terus ada dan dianggap penting karena dipercaya dapat mengungkap fakta dengan cara-cara objektif, mengungkap sesuai apa yang terjadi dan harus diperkuat dengan prinsip akurasi (tepat sasaran). Hal-hal berkaitan dengan eksistensi informasi tidak bisa dibiarkan apalagi dikorbankan tanpa kontrol. Artinya, pemberitaan atau keutuhan informasi perlu diikat oleh syarat profesionalisme media: objektif, independen, profesional dan orisinil.

Keseimbangan media dalam memproduksi berita tentu membutuhkan upaya kontrol (check and ballances) dari masyarakat, karena objektifitas tidak bersifat tunggal (menurut sudut pandang tertentu), melainkan sesuai kenyataan yang menurut semua orang benar.

Keberpihakan: Mengaburkan Fakta

Ketika membahas sepak terjang media, salah satu fokus yang menjadi atensi masyarakat soal bagaimana kebenaran dapat diletakan secara profesional. Maksud dari kebenaran dalam hal pemberitaan adalah tentang ruang gerak informasi yang objektif. Informasi yang diproduksi media mestinya bebas dari agenda setting, yang mana akan memporak-porandakan makna orisinalitas. Dalam proses mencapai kebenaran dari sudut pandang informasi, Media dituntut untuk membangun relasi dengan prinsip orisinalitas (keaslian/sahih), unsur penting dalam mengawal kebenaran secara utuh sampai kepada publik.

Baca Juga :  Demo 4 November ditunggangi teroris Abu Jibril, SBY kejang-kejang...

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button