Suatu petang di Pantai Lai Lai Bisi Kopan, Kota Kupang, provinsi Nusa Tenggara Timur. (foto: alvaro/moral-politik.com)

 

MORAL-POLITIK.COM – Kota Kupang sebagai ibukota provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dikenal sebagai Kota Kasih, dan Kota Flamboyan.

Kota yang penuh dengan batu karang ini, memiliki banyak obyek wisata penuh pesona. Dari aspek ini, Kota Kupang tak kalah dengan kabupaten lainnya di NTT.

Masyarakat Kota Kupang sangat kreatif membuat kuliner, mulai dari pisang bakar, jagung bakar, daging se’i, hingga ke pisang balik kacang.

Ada banyak obyek wisata di kota ini yang menyajikan kuliner khas, seperti di Pantai Lai Lai Bisi Kopan (LLBK) Pasir Panjang, Pantai Kelapa Lima, Pantai Oesapa, dan Pantai Lasiana.

Pantai LLBK merupakan lokasi penyedia beragam kuliner. Banyak sekali penikmat wisata yang setiap petang mengencani pantai ini sembari mencicipi kuliner kesukaannya.

Desiran ombak yang menyapu-nyapu karang dan pasir pantai yang berada di Kelurahan LLBK, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang ini, selalu mengundang kesan beda, hari lepas hari.

Di pantai ini juga banyak dikunjungi wanita-wanita cantik Kota Kupang. Mereka datang dengan rambut hitam sepinggul yang dibiarkan jatuh tergerai.

Tak heran jika banyak dari mereka pada akhirnya di boyong ke sejumlah negara. Katanya, semua karena cinta….

Penikmat kuliner jagung bakar dan pisang bakar, seiring dengan bergulirnya waktu kian banyak. Kini jumlahnya merata mulai dari tua-muda, pria-wanita, dan kaya-miskin.

Anda direkomendasikan untuk setiap petang melepas penat di Pantai LLBK bersama keluarga sembari mencicipi kuliner dan ngopi panas-panas.

Sebab, di sini juga Anda disuguhkan eloknya mentari tenggelam dengan ribuan sinar mempesona. Bisa-bisa Anda tak ingin pulang ke kampung halaman.

Adalah si cantik Maria Makdalena Mesak (23) Mahasiswi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ketika diwawancarai awak media mengatakan, pemerintah harusnya lebih prioritaskan tempat wisata Kota Kupang ketimbang tempat lainnya, agar masyarakat yang mecintai tempat wisata tidak ragu mengunjugi kota ini.

Menurut Maria, pemerintah diharapkan kreatif untuk memancing sebanyak mungkin wisatawan mancanegara dan Nusantara untuk berkunjung ke Kota Kupang.

“Kalau bisa buat lomba tarian tradisional, juga lomba main sasando, foti, kebalai, Banting Sabu, pancing ikan, dan sejumlah lomba yang berkaitan dengan adat masing-masing,” tambahnya.

Ia mengatakan, dengan adanya acara seperti itu, pengunjung pantai ini semakin bertambah banyak, dan dengan sendirinya bisa menggerakkan roda perekonomian masyarakat, serta meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Semoga pantai ini bisa mendapat perhatian dari pemerintah untuk membuat acara pentas seni budaya atau tarian antar kabupaten/kota setiap malam Minggu, supaya ada nilai jualnya,” pungkas dia.

Pantai LLBK menanti senyuman manis dari Walikota dan Wakil Walikota Kupang terpilih, Jefri Riwu Kore dan Hermanus Man.

 

 

Penulis : Semar Dju
Editor   : Erny