Home / Sastra / Puisi: Tenanglah 101 Negriku

Puisi: Tenanglah 101 Negriku

Calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta. (foto: liputan6.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button
Puisi: Vincent (Novelis)

 

 

Semenjak tadi, sewaktu jam 01.00
Kusontak mengatup mata
Menggumam pun kutak mau
Walau di dalam hati

Karut marut kegenitan politik masa kampanye di 101 negri sontak bisu
Cukup sudah kau, dia, mereka corat coret hatiku
Ku harus jujur… kenangan indah itu hanya ada di torehan tiga paslon
Ketika sasando politik dipetik senar-senar mulai detik-detik awal kampanye

Bukan saja Indonesia
Bukan saja burung burung
Bukan saja jangkrik
Dunia pun menggumam kagum, kampanye 101 negri bak hanya di DKI Jakarta

Agus-Sylvi
Ahok-Djarot
Anies-Sandiaga
Mereka seniman lama di pilkada rasa pilpres

Kalau kemarin mereka tampil sarat pesona dan memukau tali sasando bathin
Bukan tiba serta merta
Keringat darah telah bercucuran semenjak duduk pertama kali di bangku TK
Semua buku dilumat lumat hingga mata berair air

Kurindu kampanye itu lagi
Kampanye tentang apa yang “dong bikin” (mereka kerjakan)
Pedih hatiku… jika kala nanti… “dong” juga hanya menambah lirih anggota baru NATO
No action talk only

Sudahlah…aku mau tenang
Walau kusuka lirik lagu kesayangan SBY “Munajat Cinta”
Tapi kumau petik senar-senar sasando bathinku
Kugumamkan lirik lagu Rote “Mai Fali” (Mari Pulang)

Ledo a tenak so (Matahari sudah tua)
Bulak a moli so (Bulan sudah muncul)
Mama hala ita fali e (Mama panggil kita pulang e)
Mai fali e, mai fali e, Mama hala ita fali e (Mari pulang e, mari pulang e, Mama panggil kita pulang e)

Tenanglah 101 negriku
Bathinku dan kau, isi dengan doa
Minta Roh Kudus berkarya
Tuhan datangkan pemimpin yangku, kau, kita maui….

 

 

 

 

 

 

 

Baca Juga :  Misteri Laki-laki yang Belum Diketahui Wanita di Dunia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button