MORAL-POLITIK.COM : Sebelum menjadi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memang seorang pengusaha di bidang properti.

Sesaat sebelum dilantik jadi orang nomor satu di AS, Trump juga berjanji akan memisahkan urusan bisnis dengan jabatannya di pemerintahan, namun sepertinya hal tersebut tidak ditepati.

Harian The Washington Post melaporkan, Senin (6/2/2017), sebuah dokumen baru dirilis, menunjukkan Trump masih menjadi pewaris tunggal dari keuntungan bisnis yang dikelola putra sulungnya, Donald Trump Jr. dan karyawan lama kepercayaan Trump, Direktur Keuangan Trump Organization, Allen Weisselberg.

Dokumen itu diperoleh melalui permintaan catatan publik dari layanan berita investigasi ProPublica. Trump disebut masih memegang kekuasaan hukum terhadap bisnisnya dan masih berhak mencabut siapapun orang kepercayaannya setiap saat.

Dokumen itu otomatis menjadi bukti atas apa yang diperingatkan oleh tim ahli hukum dan etik sebelum Trump resmi menjabat. Bahkan, beberapa kritik pun kerap dilayangkan kepada Trump terkait hal ini.

Sebelumnya, tim ahli hukum dan etik telah mengajukan tuntutan terhadap Presiden Donald Trump ke pengadilan federal karena menilai bisnis Trump di luar negeri sudah melanggar Konstitusi. Aturan konstitusi AS menyatakan presiden dilarang meraup keuntungan bisnis dari pemerintah luar negeri.

Baca Juga :  Debat sesi 2, Prabowo menang 5-1 atas Jokowi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here