Home / News NTT / WALHI NTT protes aksi PT MSM di Sumba Timur

WALHI NTT protes aksi PT MSM di Sumba Timur

foto: semar dju/moral-politik.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM : Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengecam aksi yang dilakukan PT. Muria Sumba Manis (MSM) yang telah menghancurkan Rencana Pembuatan Hutan Rakyat pada tanggal 29 Januari 2017 yang lalu.

“Penghancuran terhadap rencana Pembuatan Hutan Rakyat tersebut ketika warga sedang melakukan penghijauan untuk membuat hutan rakyat dengan menanam tanaman Pagar (Kehi), dan tanaman umur panjang seperti Mahoni, Injuwatu, dan tanaman buah (Jambu, dan Nangka). Sedangkan tanaman tersebut, terutama tanaman umur panjang dan buah didapatkan dari Dinas Kehutanan Sumba Timur,” kata Umbu Tamu Ridi (Kordinator Divisi Advokasi WALHI NTT kepada wartawan, di Kota Kupang, Rabu (1/2/2017) siang yang lalu.

Menurut Umbu, penghijauan dilakukan di Praing Wuanggang pada tanah ulayat milik Kabihu Matolang yang tidak boleh diganggu gugat. Namun pada tanggal 30 Januari 2017 ada beberapa oknum dari PT. MSM yang mendatangi lalu mencabut anakan tersebut lalu diangkut menggunakan kendaraan milik PT. MSM.

Ia menjelaskan lagi bahwa kawasan Prai Wuanggang bukanlah kawasan yang diberikan warga ke PT. MSM. Sebelumnya pada Bulan Juni 2016, warga pemilik tanah ulayat sudah mengingatkan agar Kampung Prai Wuanggang tidak diberikan ke perusahan.

Menurutnya, warga kemudian berinisiatif untuk membuat hutan rakyat guna kebutuhan masa depan, dan melihat kondisi bahwa perusahan telah melakukan perambahan kawasan hutan Lawogang untuk pembangunan embung milik PT. MSM

Konferensi pers yang telah dilaksanakan oleh WALHI NTT pada tanggal 22 Desember 2016 di Kota Kupang, yang menegaskan dampak dari aktivitas perkebunan monokultur PT. MSM di Kecamatan Umalulu di tiga desa, yaitu Desa Wanga, Patawang, dan Matawai Maringu menyampaikan terkait hasil advokasi lapangan yang telah dilaksanakan pada Oktober 2016, melihat ada kejanggalan yang terjadi di wilayah aktivitas perkebunan PT. MSM, yaitu monopoli sumber daya air dan pencaplokan tanah ulayat masyarakat.

Baca Juga :  Wily Lai Mengaku 2 Warganya Tewas Akibat Minuman Keras

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button