Oleh : Deodatus D Parera

 

 

 

Adalah lebih baik ikhlas

Seperti mentari jatuh di sudut-sudut rumah

Enggan pergi hingga terbenam.

 

Adalah lebih baik peri

Seperti tangisan awan kelabu

Memekarkan pori-pori bumi.

 

Adakah bumi di telapakmu yang bernama hati?

Yang kaukira kan menjelma suri menyusur

Jejak-jejak waktu yang kian remaja?

 

Perjalanan ini selekas cahaya di balik tiang-tiang awan.

Begitu lekas tanpa kau pedulikan.

 

Begitu kau kembali

Kembalilah dalam pelukan fajar

Karena kau akan selalu terbit membawa embun

Selamanya….

Februari, 2017

 

Baca Juga :  Engkau bagian dari puisiku