Home / News NTT / Ambros Korbafo: Wilayah Oesapa Paling Rawan Kekacauan

Ambros Korbafo: Wilayah Oesapa Paling Rawan Kekacauan

SEKOLAH RUJUKAN. Kepala Kantor Agama Kota Kupang, Ambros Korbafo (berdiri) menyampaikan materi tentang karakter saat seminar tentang penumbuhan budi pekerti yang dilaksanakan SMA Giovanni Kupang, Jumat (23/9) di sekolah tersebut. KRISTO EMBU/TIMEX

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Wilayah Kelurahan Oesapa, Kota Kupang, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai sebagai daerah yang paling rawan kekacauan.

“Sesuai hasil pemetaan dalam pembentukan sentral kerukunan antarumat beragama di tingkat kelurahan yang ada di Kota Kupang oleh Kantor Kementerian Agama Kota Kupang, wilayah Kelurahan Oesapa merupakan daerah yang paling rawan kekacauan,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang Ambros Korbafo menanggapi beberapa pertanyaan dari anggota dewan soal bagaimana langkah penanganan menjelang Paskah dan juga isu-isu yang terjadi di Jakarta, yang dampaknya bisa mempengaruhi hingga daerah pada saat kunjungan kerja Komisi IV DPRD Kota Kupang ke kantor tersebut, belum lama ini.

Ia menjelaskan, sesuai hasil dialog tingkat Kota Kupang dengan nama kegiatan visualisasi pembangunan di tingkat Kota Kupang yang berkaitan dengan kerukunan dan harapan dari tantangan yang dihadapi pada Pilkada DKI, dan menghadapi Paskah yang dilakukan belum lama bersama dengan lima tokoh agama dan ditambah beberapa tokoh yang dipandang strategis di kota Kupang, dimana dalam dialog tersebut ditemukan butir-butir dalam pembentukan sentral kerukunan antar umat beragama di kota ini dari semua kelurahan bisa dibaca dan dari semua kelurahan yang ada di kota ini yang paling kacau adalah wilayah Kelurahan Oesapa. Hal ini disebabkan di kelurahan tersebut sudah sering terjadi tawuran antarmahasiswa, antaretnis, dan kekacauan yang timbulkan saat pesta wisuda,

“Oesapa merupakan kawasan pendidikan karena ada beberapa Universitas yang berada di kelurahan itu, serta banyak kos-kosan yang ditempati mahasiswa/i dari berbagai kabupaten yang ada di NTT. Dengan hidup secara berkelompok menurut suku, dan agama, seringkali terjadi keributan yang menimbulkan kerugian harta, bahkan sampai nyawa pun melayang. Hal ini berarti secara lintas agama belun mengoptimalkan pendampingan dan pembinaan,” tambahnya.

Baca Juga :  Polisi pantau Waterpark Suba Suka Kupang, mengapa?

Menurutnya, sebagai langkah guna kerukunan antar umat beragama bisa berjalan maka Kantor Kementerian Agama Kota Kupang akan mobilisasi staf yang ada untuk turun ke wilayah tersebut sesuai thema pelayanan tahun 2017 Kantor Kementerian Agama Kota Kupang yakni “Pelayanan yang bermartabat dengan mendekat diri.”

“Saya juga berharap melalui kunjungan dewan ini kiranya dapat mengarah perhatian dan membantu mendukung Kantor Kementerian Agama Kota Kupang dalam menjaga kerukunan antarumat beragama melalui pembentukan sentral kerukunan agama di kota ini,” pungkas dia.

 

Penulis: Nyongki

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button