Home / News NTT / Beny Sain dan stategi DAU dan DAK tak dipotong

Beny Sain dan stategi DAU dan DAK tak dipotong

Beny Sain. (foto: nyongki/moral-politik.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Banyak kiat yang ditempuh oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) agar Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) di potong pemerintah pusat.

“Agar DAU dan DAK tak di potong karena dinilai tidak mampu menyerap anggaran, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang mempercepat proses pelelangan pekerjaan yang sumber dananya berasal dari pemerintah pusat,” kata Kepala Dinas (Kadis) PUPR Kota Kupang Beny Sain kepada moral-poitik.com di ruang kerjanya, Kota Kupang, Kamis (20/4/2017) siang.

Beny mengakui, dalam kurun beberapa tahun terakhir, penyerapan anggaran, khsusus yang berasal dari pemerintah pusat seperti DAK dan DAU, tidak berjalan maksimal.

Bbahkan boleh dikatakan, sambungnya, penyerapannya sangat minim, sehingga pemerintah Kota Kupang sudah mendapat warning (peringatan) dari pemerintah pusat agar penyerapan anggaran bisa lebih maksimal, kalau tidak ingin anggaran DAK dan DAU di potong dan dialihkan ke daerah lain yang membutuhkannya.

“Memang selama ini, kami akui bahwa penyerapan anggaran khusus DAK dan DAU tidak berjalan maksimal, khususnya pekerjaan fisik banyak mengalami keterlambatan dan semuanya disebabkan perencanaan yang kurang maksimal. Dampak dari itu kami mendapat peringatan dari pemerintah pusat,” katanya.

Atas warning pemerintah pusat, kata Beny, pihak Dinas PUPR di tahun 2017 ini membuat perencanaan lebih awal, dan hingga saat ini sudah sampai pada perencanaan teknis, yang akan dipresentasikan pada 25 dan 26 April mendatang.

“Jika presentasi perencanaan teknis sudah rampung maka di awal Mei sudah bisa dilakukan pelelangan fisik,” pungkas dia.

Penulis: Nyongki
Baca Juga :  Mantan Bupati Alor Cs Dipenjara Lebih Rendah dari Tuntutan

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button