Home / News NTT / Catatan kunker Komandan Lantamal VII Kupang ke Lanal Maumere

Catatan kunker Komandan Lantamal VII Kupang ke Lanal Maumere

foto: angga lispro/moral-politik.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Komandan Lantamal VII Kupang Brigjen TNI (Mar) Dedi Suhendar beserta ibu melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) selama tiga hari ke Lanal Maumere.

Kunker tersebur berlangsung sejak 31 Maret hingga 2 April 2017, dimaksudkan agar seluruh Prajurit Lanal Maumere kenal betul dengan siapa komandannya. Sedangkan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi, peninjauan pembangunan sarana dan prasarana di Mako Lanal Maumere serta acara tatap muka yang dilaksanakan di Gedung Balai Prajurit Mako Lanal Maumere.

Prosesi penyambutan kedatangan di bandara Frans Seda Maumere sempat menarik perhatian Danlantamal VII dengan sajian tarian tradisional Hugong dan khususnya Tarian Komando Manunggal yang dipersembahkan oleh tim gabungan prajurit TNI dan Polri, yang mencerminkan terciptanya soliditas yang baik diantara prajurit di dua institusi TNI Polri tersebut di Maumere.

Danlantamal VII juga sempat menyatakan kagum dengan kesigapan dan sikap seluruh prajurit Lanal Maumere baik pada saat pelaksanaan jajar kehormatan, pada saat pelaksanaan peninjauan ke beberapa lokasi pembangunan sarpras, maupun pada saat pelaksanaan acara tatap muka.

Antusiasme prajurit Lanal Maumere dalam mengikuti acara tatap muka tersebut tidak lebih karena cara penyampaian dalam arahan dari Komandan Lantamal VII tersebut penuh dengan suasana keakraban dan kekeluargaan.

Hal hal penting yang disampaikan oleh Danlantamal VII Kupang pada kesempatan acara tatap muka tersebut diantaranya, tentang upaya dalam peningkatan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa adalah merupakan kewajiban bagi setiap prajurit apapun agamanya.

Menurutnya, makna dan arti prajurit juga disampaikan dengan jelas, dimana kata prajurit mempunyai arti Prasojo, Jujur dan Irit dengan makna bahwa dalam kehidupan setiap prajurit harus dilandasi dengan pemikiran dan pola hidup sederhana, kejujuran dalam sikap, perkataan dan perbuatan.

Baca Juga :  Belum pastinya waktu "Ground Breaking" Bendungan Temef

Sedangkan irit yang berarti hemat, diharapkan dalam kehidupan sehari harinya, setiap prajurit bisa menyesuaikan dengan besarnya gaji yang diterima setiap bulannya, sehingga tidak terjadi, besar pasak daripada tiang.

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button