Home / Gaya Hidup / Cinta Khetye-Get diikrarkan dalam peminangan adat Rote Ndao

Cinta Khetye-Get diikrarkan dalam peminangan adat Rote Ndao

Khetye-Get berdiri di depan foto Ayahnya Khetye, Mech Saba (Alm), Kamis (6/4/2017). foto: v,j.boekan/moral-politik.com

Bagikan Halaman ini

Share Button
Oleh: V.J.Boekan *)

 

MORAL-POLITIK.COM: Cinta itu suci nirmala. Cinta tak pandang asal usul, usia. Cinta bisa datang serta merta, bisa juga datang ketika mentari ingin menuju ke Ufuk Timur.

Siapapun pasti terkejut, kok bisa Khetye Romelya Saba (Khetye) menerima cinta Grefer Ekemolehena Dominggu Pollo (Get). Begitupun sebaliknya dengan Get melabuhkan cintanya di relung cinta terdalamnya Khetye.

Tuhan lah sumber cinta. Ia tahu kapan menggiring pemuda-pemudi untuk mengembara dalam alam cinta masing-masing.

Tuhan juga tahu kapan waktunya mereka bakal terantuk.

Terutama kapan waktunya mereka akan berkelana mencari dan menemukan cinta sejatinya.

Cinta bukan saja universal. Cinta bisa menembus sekat-sekat perbedaan, bisa menerobos kisi-kisi rapat hati masing-masing.

Cinta pada akhirnya menggiring kedua insan untuk memahami, mengejawantahkan adat istiadat mereka masing-masing.

Pada akhirnya cinta pula mengantarkan Get mencurahkan isi hati kepada orang tuanya, kepada orang tua Khetye agar berkenan merestui rencana pemersatuan cinta.

Berakar pada budaya Rote Ndao (Ronda) sebagaimana sukunya Get dan juga Khetye, disepakatilah masa dan ketika peminangan.

Baca Juga :  Beberapa Luka Ditemukan di Tubuh Ayah Marshanda

< 1 2 3 4 5 6 7>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button