Home / News NTT / DPRD Kota Kupang dan warga keluhkan pengerjaan jalan…

DPRD Kota Kupang dan warga keluhkan pengerjaan jalan…

Maurids Kalelena. (foto: penanusantara.com/moral-politik.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Kwalitas pekerjaan jalan di Kota Kupang, ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) selalu menjadi pertanyaan serius oleh warganya sendiri.

Hampir setiap tahun banyak masyarakat mengeluhkan soal mutu pekerjaan jalan, khususnya pekerjaan jalan hotmix yang merupakan program dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang.

Kali ini, pengeluhan datang dari warga Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, soal pekerjaan hotmix di Jalan Hans Kapitan. Di ruas jalan tersebut sudah mengalami kerusakan sebanyak tiga kali, dan saat ini masih diperbaiki oleh kontraktor yang mengerjakan jalan tersebut.

Anggota DPRD Kota Kupang Maurids Kalelena, yang juga warga Kelurahan Kelapa Lima, kepada moral-politik.com, Selasa (18/4/2017) mengaku, banyak warga yang mengeluhkan hasil pekerjaan jalan tersebut.

Menurut Kalelena, masyarakat menilai pekerjaan dilakukan asal jadi, sehingga ketika hujan turun, hotmix yang berada pada ruas jalan tersebut terkikis air dan mudah terkelupas, menyebabkan jalan tersebut kembali berlubang meskipun baru habis dikerjakan.

“Yang sangat disayangkan, kenapa baru habis dikerjakan, pas hujan turun, langsung saja rusak. Kami menilai proyek ini dikerjakan asal jadi, tanpa memikirkan kualitas yang baik,” katanya kesal.

Mautas menuturkan bahwa apa yang terjadi selama ini soal mutu pekerjaan yang buruk, Pemkot Kupang, dalam hal ini dinas teknis harus lebih selektif dalam memilih kontraktor yang mengerjakan proyek milik pemerintah, khususnya soal pekerjaan jalan, apalagi mutu pekerjaan selalu menjadi masalah selama program pembenahan infrastruktur jalan.

Linda Ani

Serupa dengan Maurids, Linda Ani salah satu warga Kelapa Lima, juga mempertanyakan kualitas pekerjaan jalan yang sudah mengalami kerusakan sebanyak tiga kali.

Baca Juga :  DPRD Kota Kupang Keluhkan Anggaran Pengembangan Ekonomi

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button