MORAL-POLITIK.COM: Laporan dari tim Basuki-Djarot kepada pihak kepolisian mengundang reaksi vulgar dari  tim Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Agus Otto, ketua tim advokasi pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, menilai laporan dugaan fitnah dan pencemaran nama baik dari tim Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, disampaikan terlalu lama.

Hal itu dikarenakan waktu kejadian yang dilaporkan Desember 2016, tetapi laporan baru dilayangkan April 2017.

“Kalau dikatakan (kejadian) itu di bulan Desember, kenapa harus dilaporkan hari ini? Kenapa baru dilaporin sekarang?” tanya Agus, saat dihubungi, Rabu (5/4/2017) malam.

Dalam laporan kepada polisi, tertera waktu kejadian aduan tim Basuki-Djarot pada 22 Desember 2016 di Pulogadung (Jakarta Timur) serta Menteng Dalam (Jakarta Selatan).

Pihak terlapor adalah Anies, dengan nama Djarot sebagai korban fitnah dan pencemaran nama baik. Anies dianggap telah memanipulasi data soal ratusan titik penggurusan di Jakarta.

Tim advokasi Ahok-Djarot mengungkapkan, yang sebenarnya terjadi bukanlah ratusan kasus penggusuran, melainkan titik-titik penertiban reklame liar, pedagang kaki lima, penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), dan bangunan di atas air.

Baca Juga :  "Kejati NTT ditantang tangkap Istri kedua Kalumban Mali..."