Pdt. Billy Marcos Bolung memberkati Khetye Romelya Saba (Khetye) dan Grefer Ekemolehena Dominggu Pollo (Get) di gereja GPDI BETHESDA, Jalan Sam Ratulangi V/IV No.2 Kota Kupang, Sabtu (8/4/2017) pukul 10.00 wita. (foto: v.j.boekan)

 

MORAL-POLITIK.COM – Satu-satunya cerita yang takkan pernah uzur dimakan waktu, hanyalah alkisah perihal perkawinan yang dilakukan di tempat ibadat.

Seperti halnya perkawinan Khetye Romelya Saba (Khetye) dengan Grefer Ekemolehena Dominggu Pollo (Get). Jauh sebelum Sabtu (8/4/2017) sebagai momentum religi bersejarah, mereka saling pandang, lirik, umbar pesona, mengejar khayal, memproklamirkan cinta antarmereka ke haribaan keluarga masing-masing.

Dawai-dawai cinta membahana, merebak harum kemuning fajar. Sepe-sepe menari-nari, tebarkan wewangian yang tak pernah dicumbui beragam hidung, sempurna.

Bianglala hati mereka pun menjadi worth to see (layak untuk dipandang) bukan saja oleh manusia, tapi segenap penghuni jagad raya, lalu terkatup lekat-lekat.

Sebait puisi sekonyong-konyong layak dilantunkan kepada Adinda berdua, hanya dalam khalbuku.

Keringkanlah air mata waktu silam, cintaku
Tegakkanlah kepala, busungkan dadamu
Laksana bunga-bunga menyemai jari-jemarinya menyambut mahkota fajar pagi
Ciumlah mata kalian dengan seulas senyum flamboyan, begitu moleknya.

Penantian waktu datangnya pangeran cinta mengusik manisnya khalbu permaisuri semata wayang. Hiruk pikuk panitia, tak sanggup uraikan setetes keringat pun.

Cinta telah dewasa. Takkan pernah menyangsikan detik-detik penantian ke altar suci, tempat proklamiran di hadapan Tuhan, dan Tuhan pun mengelus jemari lentik, mengurapinya dengan kata “Amin” di kepala To’oTi’i Cinta.

Senyum pun mekar bersama Yesus. Akulah Amin, bermakna apa yang kita mohonkan, itulah yang dirindui menjadi kenyataan. Kita mengucapkan sesuai Firman Allah dengan berani mengandung pengertian yang pasti, menjadikan kita kuat.

Pagi itu, sekira pukul 10.09 wita, dihadapan Pdt. Billy Marcos Bolung di gereja GPDI BETHESDA, Jalan Sam Ratulangi V/IV No.2 Kota Kupang, Tuhan benar-benar tepati janjinya.

Saya memilih injil ini buat cinta To’oTi’i, silahkan dilengkapi sendiri. Yohanes 1:14, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran”.

Baca Juga :  "Ama" Sabu & "Ina" Jerman menikah di Jerman, "Padoa" di Kota Kupang

Pendeta Billy sendiri memilih injil pengantar khotbahnya dari Matius 7: 24- 25:


“Ketika Get-Kethy berjanji untuk melangsungkan perkawinan, artinya mereka membuat perjanjian di hadapan Tuhan untuk menjadi suami-istri. Lebih jauh lagi, mereka berharap rumah tangga yang akan dijalaninya akan lebih baik dari masa-masa sebelumnya, dan tentu rumah tangga itu semakin mengokohkan cinta mereka,” katanya ketika mengawali khotbahnya.

Pdt. Billy melanjutkan, untuk membuat rumah tangga menjadi kokoh dan semakin baik, jika melihat Firman Tuhan tadi, harus mempunyai sebuah landasan yang kuat atau kokoh karena berlandaskan batu, yang kita percayai adalah menjadikan Yesus sebagai dasar rumah tangga kita.

“Kenapa dalam acara perkawinan para pasangan harus mendengarkan Firman Tuhan, kerena Firman Tuhan adalah pondasi bagi orang percaya kepada Tuhan,” tambahnya.

“Itu makanya banyak orang mengatakan bahwa yang paling penting bukan acara resepsinya, tapi acara pemberkatan di gereja, karena di situ ada firman Tuhan. Orang yang mendengarkan Firman Tuhan dan melaksanakannya adalah bijaksana,” tegas dia.

Ia juga jujur mengatakan, sepanjang dirinya menjadi pendeta, baru kali ini banyak jemaat yang datang untuk mengikuti ibadat pemberkatan perkawinan. Lasimnya, kata dia, orang lebih mementingkan pestanya daripada ibadat pemberkatan.

Bagaimanakah acara ibadat pemberkatan dan respons jemaat serta undangan yang hadir di gereja yang tak terlalu luas ini, simak saja foto-foto di bawah ini.

Sebagaimana ibadat, begitupun dengan artikel ini, semuanya ada awal dan akhir.

Kurang dan lebihnya, inilah persembahan istimewa untuk To’oTi’i 2017 ini.

Semoga cinta kalian sekokoh batu karang teguh….

 

 

Penulis: V.J.Boekan (Novelis)