Aksi protes dengan cara membanting sebuah botol air mineral dari Official Kabupaten Sabu Raijua. (foto: vincent, dok. pengda ipsi ntt).

MORAL-POLITIK.COM: Kejurda Pencak Silat hari kedua, Selasa (5/4/2017)  diwarnai protes keras.

Kejurda ini diselengarakan di Aula Ben Mboi, Kantor Gubernur NTT Pertama, Jl. Basuki Racmat No. 1 Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Kejadian terjadinya protes keras bermula dari pertandingan antara pesilat Herson Hakko dari Kabupaten Sabu Raijua (Sarai) melawan pesilat Zulfikar Bin Ali dari Kabupaten Nagekeo.

Pertandingan tersebut berlangsung di Kelas Pa Remaja, pada pukul 12.30 WITA, yang merupakan pertandingan ke-17 dari semua rangkaian pertandingan pada hari kedua Kejurda.

Disaksikan langsung moral-politik.com, pertandingan ini terbilang cukup panas lantaran kedua pesilat saling tukar menukar pukulan dan tendangan keras, menyebabkan bagian tubuh kedua pesilat yang ditutupi tameng mengeluarkan bunyi cukup besar.

Pada babak atau ronde ketiga, dalam amatan pelatih atau official dari Kabupaten Sarai, Herson Hakko berhasil melakukan gerakan sapuan terhadap Zulfikar. Namun tak diberi angka oleh Dewan Juri dan Wasit yang memimpin jalannya pertandingan.

Akibatnya official yang tak diketahui identitas jelasnya, tapi berasal dari sebuah perguruan Silat cukup ternama di NTT, mengeluarkan protes keras. Ia masuk ke dalam arena, membanting sebuah botol air mineral besar sembari melayangkan aksi protesnya.

Panitia Pengawas yang memandu jalannya pertandingan unjuk sigapnya dengan cara memberikan pemberitahuan agar protes bisa langsung dilayangkan kepada pihaknya, sehingga tidak melahirkan kegaduhan yang tak diinginkan bersama.

Akan tetapi hal tersebut tak diladeninya, oleh karena sejumlah official, bahkan ada seorang Juri telah turun tangan untuk mencoba menenangkan pemrotes dengan cara menggiringnya keluar dari dalam arena.

Dewan Juri memutuskan pesilat Zulfikar Bin Ali memenangkan pertandingan.

 

Penonton yang hadir sempat was-was, kuatir terjadi adu jotos di dalam arena, tapi bukan dalam ajang Kejurda Pengda IPSI NTT Tahun 2017.

Baca Juga :  Madrid Incar Kane, Raul: Banyak yang Menginginkannya

Kendati diwarnai dengan aksi protes, si pemrotes tak menuju ke Panitia Pengawas Pertandingan untuk melakukan protes, setelah Dewan Juri memutuskan bahwa pesilat dari Kabupaten Nagekeo memenangkan pertandingan tersebut.

 

Penulis: V.J. Boekan