Home / Opini / Opini: Inspirasi pertobatan

Opini: Inspirasi pertobatan

Ilustrasi. (foto: klimg.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button
Oleh: Feliks Hatam *)

 

 

MORAL-POLITIK.COM: Pertobatan tidak hanya mengungkapkan manusia itu dosa, namun sebagai kesadaran iman bahwa sesungguhnya dia lemah.

Rahmat pertobatan memberikan kekuatan pada dirinya untuk menemupuh jalan hidup baru dan cara baru dalam pewartaan.

Pertobatan itu sendiri juga adalah bentuk pewartaan. Pembaharuan sikap, kata dan tindakan adalah pertobatan yang menyata. Karena manusia lemah dan berdosa, maka setiap saat selalu menyerahkan diri dihadapan-Nya untuk memperoleh kekuatan dan pembaharuan diri. Sebab pada hakikatnya Gereja hadir untuk menguduskan umatnya.

Rahmat itu terlakasana, bila umat-Nya memberikan jawaban. Respos itu disebut iman. Sikap dan tindakan adalah kesaksian, pertobatan dan pembaharuan sikap merupakan jawaban manusia untuk memperoleh dan mengambil bagian dalam karya keselamatan yang terlaksana dalam diri Kristus.

Pada saat yang sama, pertobatan adalah perjuangan hidup yang akan berakhir sampai tubuh berpisah dari jiwa. Karena itu dalam artikel ini, penulis menampilkan tokoh St. Paulus sebagai inspirasi rekonsiliasi. Tidak dijelaskan secara detail tentang Paulus, namun menampilkan hal-hal umum saja.

Paulus [Saulus]: Dari Farisi menjadi Alat Kristus
Dari Saulus disebut Paulus, yang penuh dengan Roh Kudus (Kis.13:9). Ia adalah keturunan Yahudi yang taat pada hukum agamanya.

Ia lahir sekitar tahun 10 Masehi, disunat pada hari kedelapan dan pribadi yang berpendidikan dibawah bimbingan Gamalliel. Pendidikannya lebih tinggi dari keduabelas Rasul. Hal itu terlihat jelas pada kemampuanya dalam menginterprestasi hukum Taurat.

Baca Juga :  Belum Seminggu, Filmnya Luna Maya Tak Ditayang Lagi

< 1 2 3 4>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button