Home / Opini / Opini: Merangkul Bumi

Opini: Merangkul Bumi

ilustrasi bumi di pantai kolbano, kabupaten timor tengah selatan, jumat (21/4/2017) pukul 14.30 wita. (foto: v.j.boekan/moral-politik.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button
Oleh: Feliks Hatam

 

 

MORAL-POLITIK.COM: Peringatan Hari Bumi setiap tanggal 22 April, dan Hari Lingkungan 5 Juni adalah momentum refleksi tentang sikap, tindakan dan sumbangan positifnya terhadap alam.

Baik pemerintah dari semua profesi dan kedudukan, pelajar atau generesi muda dan masyarakat umum mendapat kesempatan yang sama untuk mengintrospeksi diri tentang perannya sebagai bagian dari planet bumi.

Bersumber dari perubahan iklim dan gejala-gejala alam yang tidak bersahabat, memanggil secara mendesak agar manusia memahami keberadaan dirinya sebagai makhluk yang berpotensi untuk merusak atau memanfaatkan alam dengan asas kebijaksanaan.

Manusia yang terlanjur rajin memanfaatkan alam ”semau gue” atau sewenang-wenang merupakan pribadi yang belum memahami eksistensi dirinya sebagai patner Pencipta.

Sebaliknya pribadi yang mengusung prinsip kebijaksanaan dan mengamalkan kedamaian terhadap seluruh ciptaan serta menanamkan etika sustainable developmen, adalah sikap-sikap nyata akan pengakuan terhadap hak-hak hidip setiap dan seluruh makhluk hidup.

Peran bumi dan segenap alatnya dalam menciptakan ketenangan setiap generasi harus menjadi kesadaraan umum untuk mempertahankannya. Pentingnya peranan itu menggerakkan setiap isan untuk merangkulnya sebagai bagian dari kehidupan. Hal itu mendesak perlusan relasi manusia yang harmonis. Manusia tidak hanya memperjuangkan relasi akrab, solid dan solider dengan sesamanya, tetapi juga membuka diri untuk berelasi dengan alam (bumi).

Relasi manusia dengan manusia yang disebut relasi sosial, sedangankan dengan alam (bumi) disebut relasi ekolologis atau kosmos

Relasi sosial, relasi ekologis atau kosmos adalah pengakuan akan hak setiap makhluk yang ada di bumi ini. Sebabnya kebebasan setiap pribadi harus melihat dan memperhatikan hak-hak pihak lain.

Baca Juga :  Opini: Mencegah diskriminasi HAM dalam penanganan HIV/AIDS

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button