Home / Opini / Paskah dan sisi lain Gereja Katedral Kristus Raja Kupang

Paskah dan sisi lain Gereja Katedral Kristus Raja Kupang

Rm. Hironimus Nitsae memimpin misa Sabtu Alleluia di Gereja Katedral Kristus Raja Kupang, Sabtu (15/4/2017) pukul 17. wita. (foto: v.j.boekan)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Misa pertama Sabtu Alleluia di Gereja Katedral Kristus Raja Kupang, Jl. Soekarno No. 1 Kelurahan Bonipoi, Kota Kupang, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/4/2017) pukul 17.00 wita, mendorong keterbukaan lebih.

Misa pertama ini di pimpin oleh pastor pembantu Paroki Katedral Rm. Hironimus Nitsae, Pr dengan dibantu dua orang Frater, sejumlah Suster, dan umat paroki yang di pilih khusus untuk kelancaran misa yang berlangsung selama tiga jam ini.

Umat yang hadir untuk mengikuti semua rangkaian acara misa sekitar 15 ribu orang. Daya tampung gereja tua yang hanya sekitar 4.500 orang (dibantu sebuah aula besar) menyebabkan banyak umat yang harus mencari tempat yang telah disediakan di halaman gereja, baik depan, belakang, maupun di samping kiri dan kanan.

Bahkan sekitar 400 orang umat harus berdiri di bibir jalan karena tak ada lagi tempat bagi mereka.

Membludaknya umat yang mengikuti misa Sabtu Alleluia ini berbeda dengan tahun 2016, dan tahun 2015 yang lalu.

Masuk di akal, sebab Kota Kupang adalah pusatnya segala kegiatan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kemasyarakatan, sehingga mendorong warga NTT yang bermukim di Kabupaten lainnya datang mengais keberuntungan di Kota Flamboyan ini.

Baca Juga :  Kondisi Kesehatan Olga Syahputra Menurun

< 1 2 3 4>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button