Home / News NTT / Perbedaan prosesi pawai Paskah 2017 dengan sebelumnya

Perbedaan prosesi pawai Paskah 2017 dengan sebelumnya

foto: nyongki/moral-politik.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Peringatan Paskah Tahun 2017 ini dimaknai sedikit berbeda dengan tahun-tahun kemarin.

Prosesi Paskah Tahun 2017 akan menjadi momentum untuk memperingati Masuknya Gereja Masehi Injili Timor (GMIT) di Pulau Timor pada 70 tahun lalu.

Pada mementum tersebut juga akan dikenang sebagai media untuk memperingati 500 tahun reformasi Gereja Protestan di dunia.

Ketua BP. Pemuda GMIT David Natun dalam jumpa pers Sinode GMIT untuk pelaksanaan prosesi Paskah tahun 2017 di Kota Kupang, Sabtu (8/4/2017) menuturkan bahwa perayaan paskah tahun 2017 mengangkat thema: Kebangkitan Kristus Membebaskan Kita Dalam Kuasa Kematian (Roma 6:10).

“Orang Kristen yang mengalami anugerah keselamatan melalui kematian dan kebangkitan Kristus haruslah memandang bahwa dengan kematianNya, Dia telah mati terhadap pengaruh dosa dan kebangkitanNya, Dia telah mengalahkan kuasa kematian. Dengan demikian kita sebagai orang Kristen haruslah berkomitmen bahwa kematian Kristus harusnya membuat kita mati bagi dosa dan bagi Allah dalam Yesus Kristus,” katanya.

Dengan dasar pemikiran tersebut, kata Natun, pengurus Pemuda Sinode GMIT memandang perlu, perayaan paskah tahun ini bukan sekedar memeriahkan, tapi sebuah refleksi dinas paskah adalah tentang kematian dan kebangkitan Kristus.

Baca Juga :  Perempuan Timor bikin konferensi di Kabupaten Belu, maksudnya...?

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button