Home / Sastra / Puisi: AIR I

Puisi: AIR I

ilustrasi. (foto: tentik.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button
Oleh: D. Parera *)

 

 

 

Yang kukedipkan dalam kenangan
Hanyalah sepasang sepatu yang kautinggalkan.

Beberapa bulan kusadari purnama akan tiba
Seperti kau kelak mengisi malam
Kubiarkan beberapa rindu kujatuhkan
Bersama langit senja.

Air jernih yang dituntaskan oleh sepi
Membawa kembali kehangatan saat dahaga
Meluas di sepanjang jalan kita.

Sepatu yang terisi cerita kini meninggalkan bekas
Luka-luka dan memar menimbulkan cemas yang
Tak terbantahkan.

Semakin kuingat, sepatu dan jejak itu
Kau sendiri.

 

Januari, 2015

 

 

 

*) Deodatus D. Parera lahir di Oepoli, 25 Juni 1990. Anggota Komunitas Sastra Dusun Flobamora ini pernah mengikuti Temu Sastrawan Indonesia Timur (Larantuka, 2013) dan Temu Sastrawan NTT 1 (Kupang, 2014). Tulisannya tergabung dalam Antologi Cerpen Wanita Sepotong Kepala, Penfui, 2012. Tulisan cerpen dan puisi-puisinya dapat dijumpai pada Majalah Sastra SANTARANG dan beberapa media lokal NTT.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Baca Juga :  Puisi: Pelakon yang paling bahagia

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button