Home / Sastra / Puisi: Dewan Juri Tukar Juara Putri Indonesia 2017?

Puisi: Dewan Juri Tukar Juara Putri Indonesia 2017?

Karina Nadila, Putri Indonesia 2017 yang di rugikan Dewan Juri. (foto: akun fb jovita ansy)

Bagikan Halaman ini

Share Button
Oleh: V.J.Boekan

 

 

Sandiwara, oh sandiwara…
Jakarta memang panggung sandiwara
Pilkadanya heboh
Sedikit-sedikit heboh, menghebohkan

Semalam bikin heboh baru
Telah diumumkan peserta Putri Indonesia dari DKI Jakarta Juara Runer Up 2
Putrinya telah maju dengan senyum termanis
Kedua putri calon Juara I dipersilahkan maju

Dewan Juri protes
Choky Shitohang kaget
Ia diminta jangan membacakan pemenang yang sudah berada di tangannya
Dewan Juri sibuk berembuk lalu hitung nilai-nilai, terlihat beberapa juri bingung, termasuk Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI

Hasilnya disodorkan ke Choky lagi
Wajah kaget tak bisa disembunyikan
Mulut bisa tipu
Mata juga sanggar sucinya Allah

Terlalu muda ditebak, NTT yang diwakili si cantik dan jenius Karina Nadila Niab (Nina) bakal dikorbankan
Gampang urusnya, Gubernur Frans Lebu Raya kan orang kita
Itu benar, tapi Gubernur Frans juga punya hati
Punya harkat dan martabat, punya masyarakat yang cerdas-cerdas, bermimpi raih Putri Indonesia

Kemarin kemenangan Andmes Kamaleng di Rising Star Indonesia 2017 angkat pamor NTT
Banyak yang cemburu
Kok bisa?
Cemburu tanda tak mampu…

Selang empat hari Putri Indonesia 2017 bakal di raih lagi
Tiba-tiba di “curi”
Di tukar si Juara Runer Up 2 dengan NTT
Dunia yakin DKI pasti Juara I

Benar adanya
Jakarta Juara I
Sang Juara I tanpa tepuk tangan
Apalagi standing applause

Laksana pengumuman kematian
Telah meninggal dengan cukup tak tenang kejujuran, kebenaran, keadilan
Jakarta harus menang
NTT harus kalah
Tapi untuk siapa?

Detik yang sama, ribuan burung hantu menari-nari di depan rumahku
Mereka mendendangkan syair wajib
Hantu…hantu…hantu…hantu…hantu
Politik telah menghantui seni
Dan hantu pun turut prihatin
Tapi senang, semakin banyak barisan burung hantu.

 

Baca Juga :  Cerpen: Sabtu petang menguburkan kebencian

 

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button