Home / Sastra / Puisi: Endapan Rindu

Puisi: Endapan Rindu

ilustrasi. (foto: cdninstagram.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button
Oleh: FJM *)

 

 

 

Endapan Rindu
Rindu padamu masih mengendap.
Seperti seluruh tubuh remuk jika rindu itu kembali menghantui;
Tiada hari tanpa mengisahkanmu;

Tiada detik pun tanpa penyesalan tak lagi menatap matamu hingga detik terakhirmu;
Berharap dapat bertemu barang sedetik;
‘Tuk beriku secuil senyum menawarkan rindu ini.
Lubuk hatiku menangis, meneriakimu, mencarimu.

Kumasuki setiap lorong hatiku, kau takada di sana.
Sontak kutersadar, merasakan ketiadaanmu.
Aku merasa hilang.
Aku tersungkur, merasakan dadaku sakit, air mataku kehabisan, mulutku membisu, dan aku hancur.

Jantungku seketika membatu;
Mengeras bersama rindu yg bernaung;
Tatapanku hampa serasa hambar;
Hatiku kosong tak berisi;
Masih ada satu harapan tersimpan;
Kau ‘kan datang menyapa di tidurku malam ini. #PelepasRindubuatOmadiSurga

 

*) FJM adalah nama pena dari Fransiska Jaiman Madu, tinggal di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

 

 

Baca Juga :  SBY berkisah soal Cabai Rawit dan Ahmadinejad...

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button