Home / Sastra / Puisi: Ina

Puisi: Ina

ilustrasi. (foto: pixabay.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button
Oleh: D Parera

 

Selangit mimpi, selaut niat di rambutmu perlahan-lahan tanggal.
Anak, buah rahimmu kini kian besar.
Kulit wajahnya semakin lebam dari matahari.
Sedangkan kau, sendirian di lorong malam, menuju igauku kepada Ama.

Aku tumbuh di bawah pohon rindang.
Bersamanya, kami tumbuh seperti terbitnya matahari.

Aku berjalan menatap sementara daunnya gugur diterkam malam.
Seperti dikau yang pergi dan aku seorang diri, tanpa pepohonan lagi, aku mampu berlayar.

Di tengah samudera, kupandang pulang kepada kalian, entah kapan kita bertemu.
Pesisir menumbuhkan rinduku kepada kalian bersama angin malam
dan lampu-lampu pelita di kejauhan.

Ah, Ina, aku ingin bale.
Pasti aku bale.

 

Oepoi, 2015

Baca Juga :  Puisi: Himne Perantauan

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button