Home / Sastra / Puisi: Maret pun telah usang

Puisi: Maret pun telah usang

Maria Goreti Erty L., S.S

Bagikan Halaman ini

Share Button
Oleh: Maria Goreti Erty L., S.S

 

Menunggu fajar kan menyapa
menyambut hadirnya April.
Dinginnya malam metropolitan
seakan sekejap menghangatkan hati kaumku
dalam keganasan amarah, kebencian yang sadis
menguak kekecewaan sesaat.

Gadis manis, lugu tak bersuara
dengan langkah gemulai
menyusuri tangga bermegah bak seorang putri.
Sorakan kaummu yang bergelora
membuatmu semakin terdepan tuk bangsamu
yang sering terpojok ambisi penjilat.
Kaumku yang terpinggir, yang terzalimi,

yang terpojok, yang dianaktirikan,
masih ada sepenggal kisah tuk kita ceritakan
tentang rasa manis kehidupan dusun,
tentang cahaya fatamorgana penghuni laut
yang layak kita banggakan.

Tak terhenti di megahnya gaun sang putri,
engkau akan tetap megah dan dimegahkan
karena keanggunanmu, keluguanmu, kegeniusanmu
yang selalu menyatu dalam pribadimu…

Bangga pada nusaku, bangga pada sosokmu
gadis bunga yang berkharisma,
Langkahkan kaki, bulatkan tekad
demi Nusa Bunga kita…

 

Baca Juga :  Penulis Nigeria Tulis Cerpen tentang Istri Donald Trump

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button