Home / Sastra / Puisi: Perempuan Samaria

Puisi: Perempuan Samaria

ilustrasi. (foto: madjongke.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button
Oleh: D Parera *)

 
Laut pasang dalam senyummu adalah lukisan senja yang pasrah di Eden.

Kendati lautan menggeming di balik gagahmu

selama lebih dari detak jam jarum ini berhenti bersama cahaya kau laksana peri.

Selama hampir tak pasti waktu, kau menunggu.

Jarum yang berputar menunggumu antarkan malam

dengan rindu yang kerap bernyala-nyala di wajahmu

kendati tangan hendak melapangkan nista.

Sebelum semuanya jatuh tanggal,

melepaskan dirimu dari lembar-lembar silam

adalah laut yang setia mendaraskan gelombangnya dari balik gaunmu.

Demikianlah aku yang tak pernah mengenalmu.

 

Assumpta, 2014

 
*) Deodatus D. Parera lahir di Oepoli, 25 Juni 1990. Anggota Komunitas Sastra Dusun Flobamora ini pernah mengikuti Temu Sastrawan Indonesia Timur (Larantuka, 2013) dan Temu Sastrawan NTT 1 (Kupang, 2014). Tulisannya tergabung dalam Antologi Cerpen Wanita Sepotong Kepala, Penfui, 2012. Tulisan cerpen dan puisi-puisinya dapat dijumpai pada Majalah Sastra SANTARANG dan beberapa media lokal NTT.

Baca Juga :  Cerpen : Menjajah Negeri Sendiri

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button