Home / Sastra / Puisi: Sarjana

Puisi: Sarjana

Ilustrasi. (foto: id.aliexpress.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button
Oleh: D Parera *)

 

Banggala, musiman
Singgala, seniman.

Rumah panggung parahyangan
Tempat sua dan bua menjalar.

Liur pedih di hadapanmu.
Keringat purnamegah mengambang
Dari kejauhan seperti sendirian.

Tak ada yang terbatas. Semua yang terbatas
Tak pernah terbatas. Keterbatasaan bukan terbatas.

Coba tentang cerita. Tidak terbatas ulir liurnya.
Tentang perjalanan meski sederhana, menjangkau semesta.

Apakah hidup mesti dibatasi? Garis lurus telah menyimpang
Dari ulurnya. Sementara garis pantai diterpa gelombang
Mengalir jauh ke kedalaman.
Seberapa dalam kita mesti berselam?
Apakah dengan tangan dan gagah kita patuh?
Dan memang jauh untuk menjadi yang tak terbatas.
Sebab, harum biru laut dan getar nadi meski ada sosok
Yang menggetarkannya. Selama hidupmu.

Oepoi, 2015.

 

*) Penulis tinggal di Kota Kupang.
Baca Juga :  Henge’do Buat Dira Tome

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button