Home / News NTT / Putu Ratnadewi: Kartini Sikka harus deteksi dini Kanker Serviks

Putu Ratnadewi: Kartini Sikka harus deteksi dini Kanker Serviks

Kepala Unit Manajemen Pelayanan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan Maumere, Katarina N.Luh Putu Ratnadewi. (foto: angga lispro/moral-politik.com).

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Wanita yang berdomisili di Kabupaten Sikka cukup responsif dengan jasa-jasa yang telah di torehkan oleh Rajeng Ajeng Kartini.

“Khusus Hari Kartini 2017 ini, wanita diminta harus menjadi Kartini Sikka yang peduli dan deteksi dini kanker serviks,” kata Kepala Unit Manajemen Pelayanan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan Maumere Katarina N.Luh Putu Ratnadewi pada acara pembukaan pemeriksaan IVA dan Papsmear yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kabuptaen Sikka. Jumad (21/4/2017).

Menurutnya, kanker leher rahim atau dikenal juga dengan kanker servix merupakan penyakit yang memiliki jumlah kasus tertinggi kedua setelah kanker payudara.

World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa jumlah penyandang kanker leher rahim bertambah sekitar 500.000 orang setiap tahunnya di seluruh Dunia. Berdasarkan data International Agency for Research on Cancer (IARC) tahun 2012, disebutkan bahwa jumlah kematian akibat kanker leher rahim mencapai 85% dari seluruh kematian di dunia akibat kanker,” jelasnya.

Di Indonesia sendiri, tambahnya, data Yayasan Kanker Indonesia (YKI) menyebutkan bahwa kanker leher rahim menempati 34.4% dari keseluruhan kanker pada perempuan Indonesia. Dari seluruh kasus yang ditemukan, hampir 70% kasus diketahui saat telah berada dalam stadium lanjut. Hal ini menyebabkan rata-rata 1 orang perempuan Indonesia meninggal akibat kanker leher rahim setiap jamnya.

“Kondisi ini sangat kita sesalkan, karena penyakit ini sesungguhnya memiliki peluang tinggi untuk disembuhkan apabila diketahui pada stadium dini, dengan melakukan skrining atau deteksi dini terhadap kanker, sehingga kita wanita di Kabupaten Sikka harus peduli penyakit ini dengan melakukan pemeriksaan IVA dan Papsmear,” tegas dia.

Katarina menambahkan, dengan melihat kondisi penyakit kanker serviks ini yang dialami wanita,  kami sebagai penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk memperluas cakupan skrining, khususnya untuk skrining deteksi dini kanker leher rahim melalui pemeriksaan IVA dan Papsmear kepada Peserta JKN-KIS secara serentak di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Akhirnya Besok Berkas Kasus Bidan Dewi Dilimpahkan ke Pengadilan

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button