Home / Sastra / Sajak: Hikmat di rumah duka

Sajak: Hikmat di rumah duka

ilustrasi. (foto: julitamanik.blogspot.co.id)

Bagikan Halaman ini

Share Button
Oleh: V.J.Boekan

 

 

Memanjat pohon lontar (Borassus Flabellifer Linn) tak langsung menyadap nira
Terkadang baru lima langkah turun kembali
Tinggal selangkah lagi disambar lebah
Tembus ke puncak pun nira tak ada

Memboyong nira tak serta merta begitu tiba di bibir lontar
Ada proses panjang
Menjalin-jalin dan memilin-milin bunga jantan, betina
Bunga betina hasilkan buah, bunga jantan nira

Menembak wanita pun butuh kewaspadaan
Tak boleh salah
Apalagi menyerahkan dada untuk dibelah
Hanya membuktikan cinta pada dia

Pria pasti mati
Menyerahkan dada dibelah namanya mati konyol
Lucifer menanti di gerbang kerajaannya
Sengsara berlanjut, dari dunia hingga akhirat

Andai sedang galau
Pergilah ke rumah duka
Disana ada penghiburan
Banyak syair lagu menyejukan, Live it to the fullest

Tenanglah kini hatiku, Tuhan memimpin langkahku
Ditiap saat dan kerja, tetap kurasa tangan-Nya
Tuhan lah yang membimbingku, tanganku dipegang teguh
Hatiku berserah penuh, tanganku dipegang teguh.

Baca Juga :  Surat Cinta Ibu Menkeu yang Menggemparkan

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button