Home / Sastra / Sajak: Katakan Bahagia

Sajak: Katakan Bahagia

ilustrasi. (foto: indowebnews.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button
Oleh: Feliks.H *)

 

 

Bahagia itu banyak sumbernya. Baik oleh harta, kedudukan, dan lain lain.
Lantas, apakah ketika semua itu tidak kita miliki masihkah kita KATAKAN
saya BAHAGIA?

Atau kita hanya meratapi keadaan ini dengan berpangku tangan?

Setiap pribadi telah diciptakan dengan kekayaan masing-masing. Potensi dan semangat adalah harta yang luar biasa mahalnya. Tidak bisa dibeli dengan harta. Namun sangat murah jika beli dengan cara kita mengenalnya dan mengembangkannya.

Kecenderungan setiap pribadi adalah membandingkan realitas diri dengan keadaan orang lain. Kecenderungan diri untuk menyangkal dengan semua realitasnya adalah membesarkan peluang untuk selalu mencemaskan diri akan keadaan diri.

Kecenderungan diri untuk membandingkan diri dengan keadaan orang lain adalah usaha menenggelamkan diri dari berbagai potensi dirinya.

Kecanduan dalam membandingkan kelebihan atau kedudukan orang lain adalah usaha sadar untuk melupakan potensi diri, menyempitkan saluran yang mengalirkan kebahagian, menghambat diri untuk mengatakan aku BAHAGIA.

Bahagia itu bersumber dari KEKURANGAN. Menyadari akan kekurangan diri adalah pintu menemukan potensi diri.

Menikmati apa yang ada dengan mengembangkan seluruh potensi diri adalah sumber yang memampukan setiap diri untuk berani mengatakan SAYa Bangga, saya BAHAGIA.

Setiap pribadi diciptakan sungguh luar biasa.Belajar bersyukur adalah stimulus membangkitkan diri untuk terus berdiri tegak dengan kekayaan potensi yang ada.

Wajib bangga dengan apa yang ada saat ini, bukan nant. Janganlah terlalu hanyut dalam pertanyaan apa yang membuat saya bahagia, tapi bahagialah dengan apa yang ada saat ini.

Semua kita adalah makhluk luar biasa.

 

*) Penulis tinggal di Manggarai
Baca Juga :  Cerpen: Gadis Inisial “Ve-eN-A”

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button