Home / Opini / Strategi Dewan Pers Tangkal Hoax dan Media Abal-abal

Strategi Dewan Pers Tangkal Hoax dan Media Abal-abal

foto: viva.co.id

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Jumlah media baik digital, cetak, TV dan radio mencapai 50 ribu. Dewan Pers (DP) terus menggenjot proses verifikasi perusahaan pers.

Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengatakan, verifikasi merupakan amanat UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers untuk mendata perusahaan pers.

Melalui verifikasi, DP juga memastikan komitmen pengelola media dalam menegakkan profesionalitas dan perlindungan terhadap wartawan.

Selain itu, melalui pendataan atau verifikasi perusahaan pers, DP ingin mendorong penguatan pers dan positioning media mainstream dalam memasuki era konvergensi media.

Menurut pria yang akrab disapa Stanley ini, media arus utama harus bisa mengembalikan kepercayaan publik dengan menjawab tantangan atas maraknya serbuan berita hoax atau informasi bohong yang dibuat seolah-olah sebagai karya jurnalistik.

Pendataan perusahaan pers mensyaratkan pengelola media harus menegakkan kode etik jurnalistik, kaidah jurnalistik sekaligus menyertifikasi, menyejahterakan, dan melindungi wartawannya.

Demikian petikan wawancara VIVA.co.id dengan pria kelahiran Malang, 20 Juni 1959 ini. Wawancara dilakukan di ruang kerja aktivis yang pernah menjadi Direktur Eksekutif Institut Studi Arus Informasi (ISAI) dan mantan Wakil Ketua Komnas HAM ini.

Sebenarnya apa latar belakang dan tujuan dari verifikasi media ini?

Pertama, itu mandat Undang-Undang 40 Tahun 1999. Ada 7 mandat dalam undang-undang itu kepada DP. Salah satunya mendata media. Dan verifikasi itu adalah salah satu cara untuk mendata.

Teknisnya?

Kita meminta kepada pemilik media untuk mendaftar ke DP dengan mengisi data. Setelah itu DP memilah-milah data yang masuk dan akan mengecek data tersebut benar apa tidak.

Baca Juga :  Setiap Orang Toraja Kalau Meninggal Harus Sedia Puluhan Kerbau

< 1 2 3 4 5>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button