MORAL-POLITIK.COM: Hari raya Paskah tak selalu datang “tepat waktu”. Paskah bisa datang “cepat” tetapi juga kadang “terlambat”.

Jika Paskah datang “cepat”, maka perayaan kebangkitan Yesus itu akan jatuh pada bulan Maret. Sementara, jika datang terlambat, perayaannya akan tiba pada bulan April.

Bagaimana bisa begitu? Tulisan Joe Rao, komunikatos sains dari Hayden Planetarium, New York, di Space.com pada Jumat (14/4/2017) menerangkan, cepat lambatnya Paskah ditentukan oleh faktor bulan.

Penentuan perayaan paskah dirembug sejak Konsili I Nicea pada tahun 325 Masehi. Menurut konsili itu, Paskah jatuh pada Minggu pertama sesudah hari ke-14 usai bulan baru pada equinox musim semi.

Equinox sendiri adalah fenomena yang terjadi karena gerak semu matahari, yaitu saat matahari tepat berada di atas khatulistiwa. Equinox penanda awal musim semi jatuh pada bulan Maret.

Jika disederhanakan, maka Paskah jatuh pada Minggu pertama setelah purnama pada atau setelah terjadinya equinox musim semi.

Mengapa Paskah 2017 dibilang datang terlambat?

Jadi, equinox tahun 2017 jatuh pada Senin tanggal 20 Maret 2017 pukul 17.29 WIB. Sementara, purnama bulan Maret telah jatuh pada 12 Maret 2017.

Alhasil, perayaan Paskah harus menunggu hampir satu siklus purnama. Purnama berikutnya setelah equinox Maret 2017 baru jatuh pada 11 April 2017.

Jadilah Paskah baru tiba pada 16 April 2017 alias hari Minggu pertama setelah purnama itu. Jika saja purnama Maret terjadi setelah tanggal 20, maka Paskah akan datang cepat.

Baca Juga :  Prediksi lengser dan kelicikan Jokowi keluar dari lubang jarum...