MORAL-POLITIK.COM: Pemerintah Kabupaten Belu memandang posisinya sangat strategis karena berbatasan langsung dengan negara Timor Leste (TL).

“Pembangunan gedung pelayanan perbatasan antaranegara Indonesia dengan TL di Motaain, Kabupaten Belu oleh Presiden Joko Widodo jangan hanya sebatas melihat kemewahan gedung kantornya, tapi itu menyangkut kewibawaan negara kita di mata pemerintah dan masyarakat TL pada khususnya, dan mata masyarakat internasional pada umumnya,” kata Wakil Bupati Belu Ose Luan kepada moral-poitik.com di ruang kerjanya, Atambua, Kamis (20/4/2017) pukul 11.20 wita.

Negara Indonesia, katanya, yang merdeka sejak 17 Agustus 1945, sudah 72 tahun ini, tidak boleh lebih jelek dari tetangga kita yang baru 18 tahun merdeka.

“Kita mesti lebih baik dari TL dalam banyak hal,” tambahnya.

Menurutnya, maksud lain dari pembangunan kantor yang megah tersebut agar mulai dari Karantina (Quarantine), Imigrasi (Immigration), Bea Cukai (Customs), dan instansi lainnya dapat bekerja pada satu atap.

Selain itu, pembangunan kantor yang megah itu bisa membuka akses manfaat bagi masyarakat yang berdomisili di Motaain pada khususnya, dan Kabupaten Belu pada umumnya.

Baca Juga :  Plt Johanna "geser" banyak pejabat Pemkot Kupang