Home / News NTT / Walikota Jonas curhat soal terhambatnya penyerapan DAK

Walikota Jonas curhat soal terhambatnya penyerapan DAK

Walikota Kupang Jonas Salean. (foto: metronews.me/moral-politik.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Pemerintah Kota Kupang mengakui bahwa penyerapan Dana Alokasi Khusus (DAK) di Kota Kupang sering mengalami hambatan.

“Terhambatnya penyerapan DAK karena  Petunjuk Teknis penggunaan dana DAK dari Pemerintah seringkali mengalami keterlambatan, padahal dana sudah berada pada kas daerah,”  kata Walikota Kupang Jonas Salean kepada wartawan di Balai Kota Kupang, Senin (4/4/2017) siang.

Menurut Walikota Jonas, sampai saat ini penyerapan (DAK) di Kota Kupang belum bisa dilakukan walaupun dana tersebut sudah dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Hal tersebut, menurutnya, dikarenakan sampai saat ini belum ada Juknis yang dikeluarkan oleh masing-masing Kementerian terkait peruntukan dana tersebut.

Dia mencontohkan, untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dispenbud, dana DAK yang diperuntukan bagi kebutuhan pendidikan lewat dinas tersebut telah ada, baik untuk lingkup SD maupun untuk SMP. Namun sampai saat ini dana tersebut belum bisa dikelola karena pemerintah Kota Kupang belum mengetahui secara pasti peruntukan dana tersebut. Sehingga jika dana tersebut dipakai mendahului Juknis, maka akan menyalahi aturan dan menjadi tindakan KKN. Hal yang sama juga terjadi pada DAK yang diperuntukan bagi pembangunan infrastruktur dan pertanian.

“Sampai saat ini memang sudah ada belanja modal yang siap dilelangkan termasuk untuk pembangunan jalan. Namun khusus untuk dana yang bersumber dari DAK, saat ini masih dalam proses perencanaan sambil menunggu Juknis maupun persetujuan Kementerian Pekerjaan Umum,” tamahnya menguraikan.

Walikota Jonas berharap, Juknis terkait dana DAK dari masing-masing Kementerian bisa segera dikeluarkan, agar seluruh pekerjaan di Kota Kupang juga bisa berjalan baik secara maksimal.

 

Penulis: Nyongki
Baca Juga :  Kartu Pers tak bernilai di lokasi Proyek Jembatan Petuk

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button