MORAL-POLITIK.COM: Air minum bersih menjadi kebutuhan utama bagi kehidupan manusia.

Berbeda dengan di Desa Bangkoor, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, masyarakatnya sampai sekarang menikmati air minum yang tidak layak dikonsumsi sebagaimana mestinya, akibatnya banyak masyarakat terserang berbagai penyakit.

Kepala Desa Bangkoor Asimundus Abdon saat ditemui moral-politik.com di kediamannya, Rabu (19/4/2017) mengatakan, masyarakat di desanya sampai hari ini menikmati air sumur. Air sumur yang ada di setiap rumah warga dipastikan tidak layak di konsumsi. Pasalnya masyarakat yang menikmati air sumur tersebut, banyak diserang penyakit secara silih berganti.

“Desa kita ini belum memiliki penguburan umum, sehingga kalau ada keluarga mereka meninggal, tentunya mereka kubur di depan halaman rumahnya. Jarak kubur dengan sumur tersebut sangat berdekatan sekali. Lebih parah lagi WC juga dekat situ, sehingga kita kesulitan sekali air bersih,” tandasnya.

Asimundus menambahkan, pada Musrebang kita telah usulkan kalau boleh Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) bisa masuk di desa tersebut, tetapi sampai sekarang tidak pernah direalisasikan oleh Pemerintah Kabupaten Sikka. Padahal jaringan air tersebut sudah dekat di desa tetangga kita.

Masyarakat kita, tambahnya, sudah sangat siap menerima keberadaan air minum ini, walaupun lewat PDAM karena mereka sudah siap menanggung beban pemakaian itu dengan membayar tiap bulan kepada PDAM.

“Kita hanya ingin masyarakat bisa nikmati air bersih sehingga tidak terserang penyakit yang menimpah mereka,” ujarnya.

Baca Juga :  Lurah Therik benahi data kependudukan di Kelurahan Fatululi