Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) Paulus VR Mella di ruang kerjanya, Soe, Selasa (23/5/2017) pukul 13.30 Wita. (foto: v.j.boekan)

 

MORAL-POLITIK.COM – Gencarnya pembangunan infrastruktur di Jalan Lingkar Selatan dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS)-Malaka, ditanggapi lemas oleh warga Soe.

Pengamatan media ini selama tahun 2016 sampai akhir Mei 2017, pengaspalan semua ruas Jalan Lingkar Selatan oleh Jakarta, telah mendorong para pemilik kendaraan roda dua, empat, dan enam lebih memilih jalur jalan ini jika hendak bepergian ke Kabupaten Malaka, termasuk Kabupaten Belu.

Setidaknya ada tiga alasan kuat yang memacu/memicu perubahan sikap warga lokal NTT maupun pendatang (Nusantara dan Mancanegara).

Pertama, waktu tempuh perjalanan lebih singkat sehingga jauh lebih efesien dan efektif;

Kedua, sejuk dan bersihnya atmosfer di Jalur Lingkar Selatan; dan

Ketiga, adanya suguhan panorama alam yang sangat eksotik.

Batu Kolbano

 

Ketiga hal ini ketika dikonfirmasi dengan Bupati TTS Paulus VR Mella di ruang kerjanya, Soe, Selasa (23/5/2017) pukul 13.30 Wita, ditanggapinya sedikit murung.

“Benar, kemajuan pembangunan di titik tersebut bukan saja mendorong warga NTT dan pendatang tak menyinggahi Soe sebagai Ibukota Kabupaten, tapi juga Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) secara keseluruhan,” katanya sembari menundukkan kepala.

Manakala diceritakan tentang seksinya persawahan Bena, kemolekan obyek wisata Kolbano, pepohonan tinggi besar yang menjulang tinggi ke langit karena tumbuh kokoh di atas bukit-bukit tinggi, menawannya warna-warni batu-batu cadas sepanjang hamparan jalan raya, pesona seribu warna Laut Kolbano dan Laut Lepas menuju ke Negara Australia, deburan-deburan ombak yang membangkitkan gairah lebih pada sesuatu, ramahnya senyum wanita-wanita hitam manis dengan gigi berwarna kehitam-hitaman akibat doyan makan sirih pinang, menawannya Batu Kolbano yang menjadi incaran warga dunia, dan banyaknya kali dengan sumber mata air jernih bening, Bupati Mella menuturkan bahwa itu salah satu penyebabnya arus kendaraan di Soe mulai sepi.

Panorama alam di Kolbano.

 

Ketika ditawarkan agar lebih fokus membangun pariwisata, ia setuju dengan catatan dunia usaha terutama investor perlu mempertimbangkan untuk membangun hotel bintang, restoran, atau minimal homestay yang representatif bagi wisatawan berduit.

Ia meyakinkan bahwa pihaknya sangat “welcome” dengan investor yang mau datang berinvestasi di sektor pariwisata.

Panorama alam di Kolbano.

 

“Persoalan listrik PLN (Perusahaan Listrik Negara) akan segera teratasi apabila proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTA) sebagai penggerak arus listrik setinggi 100 meter lebih, dan menghasilkan tenaga listrik berdaya 100 Megawatt (MW) mulai dikerjakan dan diresmikan dalam waktu satu atau dua tahun kedepan,” tambahnya.

Bupati Mella yang telah memimpin “Nusa Cendana dan Gaharu” selama dua periode dan akan berakhir 1,5 tahun lagi menjelaskan, pendirian 21 kincir angin besar tersebut berlokasi di Desa Oelbubu, Kecamatan Molo Utara. Survei telah dilakukan, begitupun dengan penandatanganan kontraknya.

“Untuk tahap pertama didirikan tujuh kincir angin, lalu dilanjutkan hingga mencapai 21 kincir angin,” tegas sosok yang murah senyum dan bersahaja ini.

Dijelaskan Bupati Mella, pekerjaan yang harus diperhatkian lebih intensif lagi adalah promosi dan pemasaran pariwisata agar masyarakat Nusantara dan Mancanegara tahu bahwa daerah yang dipimpinnya ini memiliki banyak obyek wisata alam, selain kebudayaannya yang tiada duanya.

Dalam kerangka itu, pihaknya membutuhkan kepioneran dari dunia usaha untuk merajut kebersamaan dengan Pemerintah Kabupaten dan masyarakat TTS untuk menjalin sinergitas kokoh dalam tataran relasi sama-sama untung dan/atau menang.

Pada bibir bincang-bincang, ia sempatkan diri mengajak semua warga TTS untuk bersinergi menyukseskan kebijakan-kebijakan yang telah ditorehkannya.

“TTS hanya akan lebih maju apabila semua kita bersinergi, berpikir positif dan dukung dengan doa,” pungkas dia.

Berikut ini kami tampakkan pesona alam di seputaran Jalan Lingkar Selatan Kabupaten TTS-Kabupaten Malaka, Provinsi NTT.

 

 

Penulis: V.J.Boekan (Novelis)