Home / News NTT / Bupati Mella ungkap TTS menuju daerah penghasil listrik di NTT

Bupati Mella ungkap TTS menuju daerah penghasil listrik di NTT

Bupati Timor Tengah Selatan Paulus VR Mella, di ruang kerjanya, Soe, Selasa (23/4/2017) Pukul 13.30 Wita. (foto: v.j.boekan)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Usai dilantik oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya, Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) Paulus VR Mella dan Wakil Bupati Obed Naitboho, Kamis (6/3/2014) yang lalu, terus memacu gerak roda pembangunan di “Nusa Cendana” tersebut.

Adapun program yang menjadi fokus perhatian Bupati Mella dalam kepemimpinannya pada periode kedua ini adalah melanjutkan berbagai program yang dicanangkan lima tahun sebelumnya, yaitu meningkatkan pendidikan, pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, infrastruktur, peningkatan kelembagaan pemerintahan dan reformasi birokrasi. Semua program tersebut bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

Tersisa kurang dari dua tahun masa kepemimpinan Bupati Mella, ia menggeliat di panggung pembangunan kelistrikan yang tak tanggung-tanggung, bahkan ingin menorehkan sejarah yang takkan lekam dimakan waktu sepanjang peradaban dunia masih terus bergulir.

“Kami kini sedang fokus untuk mempersiapkan sebuah proyek raksasa pembangunan pembangkit listrik energi baru terbarukan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTA) yang penggerak arus listriknya menggunakan baling-baling dengan tiang penyangganya setinggi 100 meter lebih,” kata Bupati Mella ketika ditemui di ruang kerjanya, Soe, Selasa (23/5/2017) pukul 13.30 Wita.

Bupati Mella menuturkan bahwa koordinasi terus digencarkan baik dengan pihak investor, pengembang, dan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kabupaten TTS sebagai pihak yang akan mengelola energi arus listrik tersebut.

“Kami sudah siapkan lahan seluas 20 Hektare (HA) untuk tempat didirikannya 21 buah kincir angin yang akan menghasilkan arus listik berkekuatan 100 Megawatt (MW). Tapi pembangunannya sendiri akan berlangsung sebanyak tiga tahapan, dengan tiap tahapan masing-masing sebanyak tujuh buah kincir angin,” tambahnya lebih meyakinkan.

Ia juga tak menampik, daya listrik yang bakal digunakan di daerahnya hanya enam MW, berarti masih tersisa 94 MW yang bisa diberikan kesempatan kepada kabupaten lain ataupun Kota Kupang untuk memanfaatkannya semaksimal mungkin.

Baca Juga :  Hermanus Man: Perkembangan Kota berbarengan meningkatnya kejahatan

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button