Home / Opini / Cerita Pemuda Katolik Sikka gelar Dialog Kebangsaan

Cerita Pemuda Katolik Sikka gelar Dialog Kebangsaan

Peserta Dialog Kebangsaan di Maumere, Jumat (12/5/2017) pukul 18.00 Wita. (foto: angga lispro/moral-politik.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Komisariat Cabang Pemuda Katolik Kabupaten Sikka menggelar dialog kebangsaan dengan tema “Silent Majoriti Melawan Gerakan Intoleransi dan Disintegrasi Bangsa”.

Kegiatan ini berlangsung di Pusat Jajanan dan Cinderamata Maumere, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Jumat (12/5/2017) pukul 18.00 Wita.

Kegiatan dialog yang dinamai (Kulababong Pemuda Katolik) KPK ini dipandu langsung oleh Moderator Yos Bajo.

Dalam dialog kebangsaan ini, Geri Gobang yang mewakili akademisi mengatakan Bangsa Indonesia sekarang sedang dihadapkan dengan ideologi transnasional. Ideologi ini sedang menyusup dan sekarang telah menjadi terang benderang karena kendaraan yang digunakan sekelompok orang adalah agama. Ideologi transnasional ini disusupkan lewat jalur-jalur formal dan negara seolah-olah dalam tanda kutip menonton atau diam dengan ideologi transnasional tersebut.

“Ideologi transnasional sudah mulai masuk di kampus dan melakukan kegiatannya. Mereka menyusup masuk lewat kelompok-kelompok muda yang mereka susupkan adalah ideologi-ideolagi radikalisme yang berbasis agama pada kelompok muda ini. Proses politik di DKI Jakarta itu merupakan puncak gunung es yang sangat kelihatan sekali,” tandasnya.

Dosen Unipa ini menuturkan, hari ini seluruh masyarakat silent mayoriti tidak mau berdiam lagi karena sudah lama mereka berdiam, sehingga ada gerakan-gerakan yang mulai muncul. Kita lihat sekarang kota-kota di Indonesia melakukan suatu simbolisasi dengan menyalakan lilin sebagai bentuk kesadaran agar dapat menggugah hati banyak orang agar kembali ke konsesus nasional kita adalah Negara Kesatuan Rebuplik Indonesia (NKRI) dalam keberagaman.

Ia menambahkan, ideologi transnasional ini merupakan paham-paham radikalisme dimana mereka ingin membangun negara Indonesia menjadi negara Islam sehingga negara tidak boleh diam dengan ideolagi transnasional ini.

“Negara tidak boleh membiarkan ormas-ormas radikalisme yang ingin memecah belah bangsa ini. Negara harus segera memberantas ormas radikalisme tersebut,“ tegasnya.

Baca Juga :  Sepertinya Ronaldo Masih Kerasan di Real Madrid

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button