Home / Sejarah / Cerita pertemuan historik Mario Carrascalao dan Xanana

Cerita pertemuan historik Mario Carrascalao dan Xanana

Mario Carrascalão disambut penghormatan militer oleh pasukan yang dipimpin oleh Xanana Gusmão, Lava Koli Mau, Staff Umum FALANTIL di Lariguto selama gencatan senjata di daerah Ossu / Viqueque di bulan Maret 1983.[Sumber: Timor Archives]

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Mario Carrascalao adalah tokoh yang bisa diterima banyak pihak di Timor Leste.

Mungkin karena itulah ia bisa melewati tiga jaman kekuasaan yang berbeda di Timor dengan posisi sosial dan politik yang penting.

Keluarga Carrascalao telah terlibat dalam politik di Timor selama lebih dari setengah abad. Ayahnya Manuel Viegas Carrascalao lahir di Sao Braz de Alportel di Algarve, Portugal, dan bekerja sebagai pencetak di Lisbon. Ia juga adalah seorang anarchist terkenal dan pemimpin serikat buruh di tahun 1920-an.

Pada tahun 1927, setelah ditangkap karena aktifitas politiknya, ia dideportasi ke Timor Portugis, di mana ia menikah dengan anak perempuan seorang liurai (kepala suku). Mereka mempunyai sepuluh anak dan Mario adalah anak keempat.

Keluarga Carrascalao tetap tinggal di Timor selama pendudukan Jepang, tetapi setelah perang Dunia II memilih kembali ke Portugal.

Pada tahun 1946, Manuel Viegas Carrascalao di”ampuni” oleh Presiden Salazar, pemimpin regim fascist Estado Novo Portugal, dan memintanya kembali ke Timor Portugis, dimana ia diberikan perkebunan kopi yang luas dan kemudian menjadi walikota Dili.

Mario Carrascalao belajar ilmu kehutanan di Lisbon, menjabat sebagai kepala Departemen Kehutanan dan Pertanian di Timor Portugis, dan merupakan anggota Partai Aksi Nasional Portugis yang berkuasa.

Pada tahun 1974 ia menjadi anggota pendiri dan salah satu ketua dari UDT.

Di Tahun 1977 ia bergabung dengan Kementrian Luar Negeri Indonesia, dari tahun 1982-1992 menjabat sebagai Gubernur Timor Timur di bawah kekuasaan Orde Baru.

Setelah Timor Leste kembali merdeka, ia kembali ke Timor dan menjadi ketua Partai Social Demokrat, dan kemudian menjadi anggota Parlemen. Sekarang Ia telah pensiun dari politik dan tinggal di Dili.

Baca Juga :  Sejarah Twitter dan Penemunya Jack Dorsey

< 1 2 3 4 5 6 7 8 9>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button