Home / Sastra / Cerpen: Gadis Inisial “Ve-eN-A”

Cerpen: Gadis Inisial “Ve-eN-A”

ilustrasi. (foto: 99gambar.blogspot.co.id)

Bagikan Halaman ini

Share Button
Oleh: Algonzaga *)

MORAL-POLITIK.COM: Desember, masih tentang Desember rain, dingin dan kabut basah. Air tergenang di jalanan, juga pada trotoar perkotaan.

Bau tanah basah, becek. Ranting-ranting cemara yang berjejer rapi di depan kapela kecil di kampusku pun basah kuyup.

Sarang-sarang burung gereja tak luput dari ganasnya musim penghujan. Entah kemana induknya membawa anak-anaknya berlindung. Suasana musim dingin di kota dingin.

Suara nyanyian lagu-lagu Natal berdendangkan nada pujian dan bersorak ramai terdengar merdu di setiap ruangan di kampusku.

Sudah tidak asing lagi bagiku, kegiatan seperti ini merupakan kebiasaan setiap tahun untuk menyambut hari raya Natal, atau bisa dibilang salah satu budaya mahasiswa di kampusku untuk ikut terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Untuk hal ini salah satunya kegiatan kerohanian.

Tahun ini aku bergabung dalam sebuah kelompok koor untuk kegiatan kunjungan Natal. Bulan ini adalah waktu terakhir kami mengadakan latihan koor menjelang hari Natal yang tinggal satu minggu lagi. Lagu-lagu perayaan Natal yang sudah sekian lama kami latih, kini sudah terdengar mantap. Dijamin siapapun yang mendengarnya nanti pasti akan merasa kagum, akan terbawa kedalam suasana Natal yang sesungguhnya.

Kabut tebal menyelimuti kota dingin, hujan deras dan gerimis saling bergantian, suasana khas yang sering kami lalui akhir-akhir ini.

Sore ini, kelompok kami mengadakan latihan koor. Suasana di dalam ruangan sangat ramai. Aku duduk nyaman di sebuah sisi ruangan ini sambil sesekali bercerita dengan sahabat di sebelahku. Sementara yang lain ada yang bercerita dengan pasang muka serius mengisi waktu sebelum dimulainya kegiatan.

Ada yang sedang bercerita sambil tertawa, entah apa yang sedang mereka tertawai.

Baca Juga :  Puisi: Bunga Teratai

Di pojok ruangan ada fenomena baru yang sedang merasuk sistem sosial di dunia modern sekarang, menurutku. Seorang sahabat sedang sibuk dengan handphone genggamnya, entah apa yang sedang ia sibukkan, sementara sahabat di sebelahnya masih asik bercerita kepadanya, sepertinya dia sedang diabaikan begitu saja.

< 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button