Home / Sains / Gabriel Kennenbudi dan strateginya berbisnis kepariwisataan mandiri

Gabriel Kennenbudi dan strateginya berbisnis kepariwisataan mandiri

Gabriel Kennenbudi. (foto: v.j.boekan)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Entah apa gerangan yang menyebabkan Anak Baru Gede (ABG) ini di tahun 1985 mulai berbenah untuk menimba ilmu di Jerman.

Pria manis bernama Gabriel Kennenbudi, usai lulus SMAK Giovanni Kupang berangkat ke Jerman. Ia mendulang ilmu dan pengalaman kerja di Jerman selama 16 tahun.

Gelar sarjana yang ia raih adalah Dipl-Ing. Pada tataran ini ia patut dijempoli sebab menimba ilmu di negerinya Hitler ini bukan menggunakan Bahasa Indonesia, juga Inggris, tapi Bahasa Jerman.

Berbekal pengalaman selama 16 tahun, ia lalu menyulam mimpi untuk memajukan dunia kepariwisataan di provinsi yang melahirkan dan membesarkannya, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Pantai dan laut NTT sangat indah. Tak ada satupun yang pernah saya temui di Jerman. Itu sebabnya banyak orang Jerman yang bekerja keras hanya untuk memperoleh uang yang banyak untuk setiap tahun datang mengencani moleknya panorama laut dan pantai di Indonesia,” kata Gabriel Kennenbudi ketika diundang berdiskusi di kantor moral-politik.com, Jalan Nangka 77, Kelurahan Oeba, Kota Kupang, Senin (8/5/2017) petang.

Pria teman sekelas yang karib disapa “Awi” ini mengurai bahwa obyek wisata NTT jauh lebih cantik dari miliknya Bali.

Bukan saja itu. Ayah dari dua orang putra yang sedang bersekolah di tempat dia menuntut ilmu, SMAK Giovani Kupang ini, sedang menjalin-jalin dan memilin-milin peluang untuk terjun bebas di bisnis yang sangat menggiurkan tersebut, setelah dia tergolong sukses di bisnis komputer.

“Saya ingin mempromosikan dan memasarkan kepariwisataan NTT ke sejumlah negara yang pernah saya kunjungi, semisal Jerman, Belanda, Italia, Israel, Timor Tengah, China, Korea, dan Jepang,” katanya yakin benar.

Kata dia, salah satu pilihan yang bakal ia terjuni adalah dengan menjual paket tour keliling per daratan, mulai dari Flores dan Lembata, Timor hingga ke Timor Leste, Sumba Raya, Rote Ndao + Alor + Sabu Raijua.

Baca Juga :  Kisah tentang Netizen Indonesia...

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button