Home / Sains / Implementasi Sistem Manajemen Mutu di Peradilan Agama

Implementasi Sistem Manajemen Mutu di Peradilan Agama

foto: badilag.mahkamahagung.go.id

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama MA RI menetapkan program Sistem Manajemen Mutu (SMM) di Lingkungan Peradilan Agama.

Penetapan SMM tersebut sebagai salah satu program prioritas untuk tahun 2017 dan seterusnya.

Tak mau kehabisan waktu, Badilag gencar menyelenggarakan pelatihan dan sosialisasi SMM ini di seluruh Indonesia. Untuk pelatihan yang berbentuk Training of Trainers (TOT) bagi tenaga auditor SMM, Badilag sudah menetapkan 4 angkatan. Angkatan I bertempat di Medan, 18-21 April 2017, Angkatan II di Makassar, 25-28 April 2017, Angkatan III bertempat di Bekasi, 2-6 Mei 2017 dan Angkatan IV akan diselenggarakan di Bali, 16-19 Mei 2017.

Sedangkan untuk sosialisasi, di hampir setiap kegiatan pimpinan Badilag ke daerah, SMM selalu dipaparkan. Seperti halnya yang berlangsung pada Jumat (5/5/2017) di PTA Semarang, SMM disosialisasikan sehari penuh di hadapan jajaran pimpinan PA sewilayah Jawa Tengah.

Sekretaris Ditjen Badilag, H. Tukiranmenjadi narasumber utama dalam acara sosialisasi tersebut. Ia menjelaskan secara detil mengenai konsep penerapan pedoman SMM di lingkungan peradilan agama.

Dikatakannya, setidaknya ada 5 langkah persiapan yang harus ditempuh sebelum SMM diimplementasikan di masing-masing pengadilan agama/mahkamah syar’iyah. Langkah pertama adalah melakukan rapat dengan seluruh pegawai untuk menetapkan komitmen bersama.

“Rapat dengan semua pegawai ini penting karena SMM adalah sistem manajemen kualitas yang berfokus pada pelanggan (costumer focused) dengan melibatkan semua level karyawan dalam melakukan peningkatan dan perbaikan berkesinambungan,” ujar H. Tukiran.

Baca Juga :  Harbak PU ke-71! Leny Mansopu: Pentingnya masyarakat dalam pembangunan infrastruktur

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button