Home / News NTT / Inilah Into Tobe, Penjual Jeruk Soe di Kabupaten TTS

Inilah Into Tobe, Penjual Jeruk Soe di Kabupaten TTS

Into Tobe dan Yap penjual Jeruk Soe di Desa Lakat, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Senin (22/5/2017) pukul 14.30 Wita. (foto: v.j.boekan)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Masyarakat Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang bersuka cita.

Kesukacitaan masyarakat TTS tersebut lantaran setelah Apel terserang virus, buah Jeruk tampil sebagai pengganti kekecewaan mereka.

Sejarah mencatat bahwa Kabupaten TTS sebagai salah satu daerah terkaya di NTT.

Bayangkan saja, daerah yang ditumbuhi pohon cendana tanpa ditanam ini, juga penuh dengan kayu gaharu. Sehingga sering kali disebut “TTS Sudah Cendana Gaharu Pula”.

Selain hasil hutan tersebut, TTS juga dilimpahi hasil perkebunan berupa Apel yang dinamai Apel Soe, dan Jeruk Soe.
Sayangnya Apel Soe terserang virus ganas sehingga sudah lebih dari 40 tahun buah yang gurihnya tiada dua di dunia itu, tak bisa tumbuh lagi di Nusa Cendana ini.

“Baru-baru kotong pi Kapan dia su tanam Apel abis, dan buahnya cukup banyak. Sayang sekali setelah kotong panen abis ju itu apel mati,” kata Into Tobe dengan dialek TTS sangat kental ketika di temui di tempatnya menjual Jeruk di bibir jalan, tepatnya Desa Lakat, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten TTS.

Ia menambahkan, yang tanam apel hanya satu orang saja sebagai uji coba. Jika tumbuh subur dan tak terserang hama lagi maka masyarakat lain akan mengikuti jejak langka menanam Apel Soe.

Baca Juga :  Bentrok di tempat karaoke, pemuda mabuk ini tewas

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button